AS–Iran Saling Tuduh Soal Biaya Perang, Kongres Tekan Transparansi Pentagon
By Admin

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi/ Ig
nusakini.com, Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali memanas, tidak hanya dalam aspek militer tetapi juga terkait klaim biaya perang dan transparansi anggaran. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menuding Pentagon menyampaikan angka yang tidak sesuai terkait pengeluaran konflik.
Menurut Araghchi, total biaya yang dikeluarkan Washington disebut mencapai sekitar USD 100 miliar, atau empat kali lipat dari angka resmi yang diklaim pemerintah AS sebesar USD 25 miliar. Ia juga menyebut beban ekonomi tersebut berdampak langsung pada warga Amerika, dengan estimasi pengeluaran tambahan sekitar USD 500 per bulan per rumah tangga.
Di sisi lain, dalam sidang Kongres AS yang berlangsung baru-baru ini, Menteri Pertahanan Pete Hegseth menghadapi pertanyaan dari sejumlah legislator. Beberapa anggota Kongres, terutama dari Partai Demokrat, mempertanyakan transparansi anggaran serta legalitas operasi militer yang disebut belum mendapat persetujuan legislatif.
Anggota Kongres Adam Smith dan John Garamendi, misalnya, menilai pemerintah belum terbuka sepenuhnya kepada publik mengenai biaya dan dasar hukum konflik tersebut.
Meski mendapat tekanan, Pentagon tetap mempertahankan angka resmi pengeluaran dan mengajukan proposal anggaran pertahanan tahun 2027 sebesar USD 1,5 triliun.
Sementara itu, dampak konflik juga dirasakan secara global. Penutupan Selat Hormuz oleh Iran memicu kenaikan harga energi dunia. Sebagai respons, militer AS meningkatkan kehadiran di kawasan Timur Tengah dengan mengerahkan tiga kapal induk.
Di Iran, sejumlah warga sipil dilaporkan mengalami kesulitan akibat konflik. Beberapa di antaranya harus meninggalkan tempat penampungan sementara meski kondisi tempat tinggal mereka belum pulih. (*)