Bamus Betawi Nilai Setahun Kepemimpinan Pramono-Rano Dorong Penguatan Budaya Lokal

By Admin

Dok. Humas DKI
nusakini.com, Jakarta, Jumat (20/2) – Badan Musyawarah (Bamus) Betawi dan Bamus Suku Betawi 1982 menilai satu tahun kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Wakil Gubernur Rano Karno menunjukkan arah positif dalam pelestarian budaya dan pemberdayaan masyarakat Betawi.

Ketua Bamus Betawi, Riano P Ahmad, menyampaikan apresiasi terhadap langkah Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta yang dinilai semakin memberi ruang bagi identitas Betawi dalam kegiatan pemerintahan.

Menurut Riano, sejumlah simbol budaya kini lebih terlihat dalam aktivitas resmi di Balai Kota. Ia mencontohkan penggunaan busana adat Ujung Serong saat pelantikan pejabat serta penyajian kuliner khas Betawi seperti bir pletok untuk tamu undangan.

Ia menyebut kebijakan tersebut sejalan dengan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024 tentang Provinsi Daerah Khusus Jakarta (DKJ), yang menegaskan kebudayaan Betawi sebagai budaya utama yang perlu dilestarikan dan diarusutamakan dalam penyelenggaraan pemerintahan.

Selain simbol budaya, Riano juga mengapresiasi rencana pembangunan patung pahlawan nasional Mohammad Husni Thamrin dalam skala lebih besar, pembangunan gapura bernuansa Betawi sebagai penanda masuk Jakarta, serta kewajiban penggunaan ornamen Betawi di gedung pemerintahan.

Ia juga menilai penguatan kurikulum Pendidikan Lingkungan dan Budaya Jakarta (PLBJ) di sekolah sebagai langkah strategis untuk mengenalkan budaya Betawi kepada generasi muda.

Senada, Ketua Bamus Suku Betawi 1982, Zainuddin atau Haji Oding, menilai dalam satu tahun terakhir komitmen pemerintah daerah dalam mengedepankan budaya Betawi terlihat dari berbagai pagelaran budaya di tingkat wilayah hingga provinsi.

Kedua tokoh tersebut mengimbau masyarakat Jakarta, khususnya warga Betawi, untuk turut mendukung dan mengawal program pembangunan yang sedang berjalan. (*)