Danantara Percepat Pembentukan Tim dan Sistem Digital PT DSI Jelang Pengelolaan Ekspor SDA
By Admin

Ilustrasi Tambang Batubara
nusakini.com, Jakarta – Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) terus mematangkan persiapan operasional PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI), termasuk pembentukan jajaran manajemen dan pengembangan sistem teknologi pendukung ekspor komoditas strategis nasional.
Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, mengatakan proses seleksi sumber daya manusia untuk mengisi posisi manajemen perusahaan sedang berlangsung secara ketat. Dalam waktu dekat, sejumlah nama baru dijadwalkan diumumkan untuk melengkapi struktur kepemimpinan PT DSI.
Sebelumnya, Danantara telah menunjuk Luke Thomas Mahony sebagai Direktur Utama PT DSI. Kini, proses penyusunan tim inti perusahaan menjadi fokus utama agar operasional dapat berjalan sesuai target pemerintah.
“Sedang dilakukan proses seleksi yang ketat dan mudah-mudahan minggu depan akan ada beberapa nama lagi yang diumumkan menjadi bagian dari tim,” ujar Dony.
Selain memperkuat organisasi, Danantara juga mengembangkan sistem teknologi yang akan menjadi tulang punggung operasional PT DSI. Platform tersebut dirancang untuk mengelola data dan transaksi ekspor secara transparan, aman, dan akuntabel.
Menurut Dony, penguatan infrastruktur digital menjadi elemen penting dalam mendukung implementasi kebijakan ekspor satu pintu yang mulai diberlakukan pemerintah sejak 1 Juni 2026.
Ia menilai pembentukan PT DSI merupakan mandat strategis untuk memastikan pengelolaan sumber daya alam nasional memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi negara dan masyarakat.
“Ini adalah amanah besar untuk mengelola sumber daya alam Indonesia agar memberikan manfaat maksimal dan dapat diawasi oleh masyarakat dalam implementasinya,” katanya.
PT DSI akan menjadi pengelola ekspor bagi sejumlah komoditas strategis, termasuk batu bara, CPO, dan ferroalloy. Pemerintah menargetkan mekanisme tersebut berjalan penuh pada awal 2027 setelah melewati masa transisi dan evaluasi bertahap sepanjang 2026.