Ditopang Kinerja Positif Awal Tahun, Saham ANTM Melaju di Bursa Efek

By Admin


PT Aneka Tambang Tbk

nusakini.com, Jakarta – Harga saham PT Aneka Tambang Tbk (kode emiten: ANTM) mencatatkan penguatan signifikan pada penutupan perdagangan hari Rabu (5/8/2026). Saham perusahaan tambang milik negara tersebut ditutup pada level Rp 3.070 per lembar, mengalami kenaikan sebesar 180 poin atau 6,22 persen dibandingkan posisi penutupan pada hari sebelumnya.

Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia pada Rabu (5/8/2026), pergerakan saham ANTM terpantau konsisten berada di zona hijau. Sepanjang hari, harga saham berfluktuasi pada rentang Rp 2.920 sebagai level terendah harian hingga menyentuh titik tertinggi di level Rp 3.080 per lembar saham.

Kenaikan harga ini berjalan beriringan dengan tingginya tingkat partisipasi pelaku pasar. Pada sesi pertama perdagangan hari Rabu, volume transaksi ANTM telah mencapai 132,63 juta lembar saham dengan nilai perputaran uang sebesar Rp 398,14 miliar. Angka pada paruh hari tersebut tercatat melampaui total volume transaksi sepanjang hari Selasa (4/8/2026), yang berada di angka 70 juta lembar saham.

Penguatan yang terjadi pada pertengahan pekan ini menambah catatan tren positif saham ANTM. Terhitung dalam kurun waktu satu pekan terakhir, emiten ini telah mengakumulasi kenaikan nilai saham sekitar 7,75 persen.

Minat pasar terhadap saham ANTM ini diduga kuat direspons oleh langkah keterbukaan informasi perseroan. Sehari sebelum lonjakan terjadi, atau pada Selasa (4/8/2026), pihak manajemen mengumumkan proses penelaahan terbatas (limited review) oleh auditor eksternal terhadap draf laporan keuangan interim semester pertama tahun 2026. Langkah audit tersebut merupakan bagian dari pemenuhan standar kepatuhan regulasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta Australian Securities Exchange (ASX).

Selain faktor transparansi, fundamental perusahaan turut menjadi jangkar kepercayaan investor. Laporan keuangan kuartal pertama tahun 2026 menunjukkan bahwa Antam berhasil mencetak laba bersih sebesar Rp 3,4 triliun. Capaian ini merepresentasikan lonjakan laba sebesar 60 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya, yang didorong oleh peningkatan sektor pendapatan.