Hilirisasi di Luar Jawa Kian Dominan, Sulteng dan Maluku Utara Jadi Penggerak Utama
By Admin

Ilustrasi Nikel
nusakini.com, Jakarta – Pertumbuhan program hilirisasi nasional pada triwulan I 2026 semakin menunjukkan pergeseran pusat aktivitas ekonomi ke luar Pulau Jawa. Sebanyak 75,5 persen pertumbuhan hilirisasi tercatat berasal dari daerah di luar Jawa, dengan Sulawesi Tengah dan Maluku Utara menjadi kontributor utama.
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Perkasa Roeslani, mengatakan pengembangan industri pengolahan nikel dan ekosistem baterai kendaraan listrik menjadi faktor utama yang mendorong capaian tersebut.
“Persebaran pertumbuhan hilirisasi pada triwulan 2026, 75,5 persen hilirisasi justru berada di luar Jawa, terutama di Sulawesi Tengah dan Maluku Utara yang ditopang oleh hilirisasi nikel dan ekosistem baterai kendaraan listrik,” ujar Rosan dalam rapat kerja bersama Komisi XII DPR RI, Senin (15/6/2026).
Menurutnya, perkembangan tersebut menunjukkan bahwa kebijakan hilirisasi tidak hanya meningkatkan nilai tambah sumber daya alam, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi di berbagai wilayah Indonesia.
Data realisasi investasi triwulan I 2026 memperlihatkan Sulawesi Tengah berada di posisi kelima daerah dengan investasi terbesar secara nasional dengan nilai Rp32,1 triliun atau 6,4 persen dari total investasi nasional. Sementara Maluku Utara menempati posisi keenam dengan nilai investasi Rp25,2 triliun atau setara 5 persen dari total investasi nasional.
Kedua provinsi tersebut menjadi pusat pengembangan industri berbasis nikel yang terintegrasi dengan rantai pasok kendaraan listrik, mulai dari pengolahan bahan baku hingga komponen baterai.
Pemerintah menilai tren ini menjadi indikator bahwa pembangunan industri berbasis sumber daya alam mulai tersebar lebih merata dan mampu menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di kawasan timur Indonesia. (*)