Kebakaran Kampung Muka Tuai Sorotan, Sistem Mitigasi Jakarta Dievaluasi

By Admin


Ilustrasi Damkar

nusakini.com, Insiden amukan si jago merah di kawasan Pademangan kembali memicu evaluasi sistem keselamatan warga ibu kota. Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta, Kevin Wu, mendesak pemerintah daerah merancang peta risiko kebakaran berbasis rukun warga (RW) pada Selasa (29/9).

Desakan ini muncul setelah api melahap puluhan rumah semipermanen di Kampung Muka, Ancol, pada Minggu (27/9) lalu. Berdasarkan laporan awal kepolisian dan petugas lapangan, percikan api diduga kuat bermula dari korsleting di salah satu bangunan kontrakan.

Petugas Gulkarmat DKI Jakarta sebelumnya telah menerjunkan 95 personel dan 19 armada untuk memblokir perluasan titik api. Tragedi di atas lahan seluas 1.800 meter persegi itu diperkirakan berdampak pada 110 keluarga atau 380 jiwa.

"Petugas damkar kita sudah bekerja keras ketika api menyala. Tantangan pemerintah sekarang adalah bagaimana hadir sebelum api itu muncul," ujar Kevin.

Legislator ini menyoroti tingginya angka insiden yang mencapai 1.216 kasus di Jakarta sepanjang 1 Januari hingga 31 Agustus 2026. Lebih dari separuh kasus tersebut diduga berhubungan erat dengan masalah instalasi kelistrikan rumah tangga.

Pihaknya mengusulkan agar pemerintah menetapkan 50 RW paling rawan untuk mendapat pengawasan ekstra ketat dari instansi terkait. Langkah mitigasi ini diyakini jauh lebih efektif dibandingkan sekadar mengandalkan kecepatan armada pemadam yang tiba di lokasi.

"Pemerintah harus menggunakan data untuk mengetahui di mana risiko terbesar berada, siapa yang harus bergerak, dan apa yang harus diperbaiki sebelum api muncul," tegasnya. (*)