Maluku Utara Bidik Diversifikasi Ekonomi, Ketergantungan pada Nikel Ingin Dikurangi Sejak Sekarang

By Admin


Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda
nusakini.com, Jakarta – Pemerintah Provinsi Maluku Utara mulai merancang strategi diversifikasi ekonomi untuk mengurangi ketergantungan daerah terhadap industri nikel. Langkah tersebut disiapkan seiring kesadaran bahwa sumber daya mineral merupakan komoditas yang terbatas dan tidak dapat menjadi tumpuan ekonomi selamanya.

Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, mengatakan kekayaan nikel yang saat ini menjadi penggerak utama ekonomi daerah harus dimanfaatkan sebagai modal membangun sektor-sektor produktif lainnya.

Menurutnya, tujuan akhir pembangunan bukan hanya meningkatkan produksi tambang, tetapi menciptakan ekonomi yang mampu bertahan setelah era eksploitasi sumber daya alam berakhir.

"Sebelum habis, bagaimana kekayaan alam Maluku Utara dijadikan modal untuk mengisi kekayaan manusia Maluku Utara," kata Sherly.

Dalam skenario tersebut, pemerintah daerah menempatkan pembangunan SDM sebagai instrumen utama untuk memperluas basis ekonomi. Pendidikan vokasi, politeknik, serta pelatihan keterampilan berbasis teknologi menjadi bagian dari upaya menyiapkan tenaga kerja yang mampu beradaptasi dengan perubahan industri.

Selain itu, pembangunan infrastruktur dasar juga menjadi prioritas. Perbaikan konektivitas jalan dan peningkatan layanan kesehatan dinilai penting untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat, termasuk petani dan nelayan yang masih menjadi tulang punggung ekonomi lokal.

Sherly menilai transformasi ekonomi harus dilakukan sejak dini agar Maluku Utara memiliki lebih banyak sumber pertumbuhan baru di luar sektor pertambangan. Dengan demikian, stabilitas ekonomi daerah dapat tetap terjaga meski kontribusi nikel suatu saat menurun.

Ke depan, pemerintah daerah berharap lahir lebih banyak tenaga kerja lokal dengan kemampuan teknologi tinggi yang mampu mengembangkan berbagai sektor industri baru. Bahkan bagi masyarakat yang tetap berprofesi sebagai petani dan nelayan, penerapan teknologi diharapkan dapat meningkatkan produktivitas serta nilai tambah hasil usaha mereka.

Melalui strategi tersebut, Maluku Utara menargetkan terciptanya ekonomi yang lebih beragam, inklusif, dan berkelanjutan, dengan sumber daya manusia sebagai penggerak utama pertumbuhan daerah.