Mensos Dorong 5 Juta Penerima PKH di Jatim Jadi Anggota Koperasi Desa Merah Putih

By Admin

Menteri Sosial Saifullah Yusuf
nusakini.com, Pasuruan— Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyatakan pemerintah mendorong sekitar 5 juta keluarga penerima manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) di Jawa Timur untuk bergabung dengan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) sebagai bagian dari upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat penerima bantuan sosial.

Pernyataan tersebut disampaikan saat kegiatan kolaborasi program PKH dan koperasi desa di Desa Gejugjati, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan, Selasa (10/3/2025).

Menurut Saifullah Yusuf, di Kabupaten Pasuruan sendiri terdapat sekitar 229 ribu KPM yang berpotensi terlibat dalam kegiatan koperasi desa.

Ia menjelaskan bahwa keterlibatan penerima bantuan sosial dalam koperasi diharapkan dapat mengubah peran mereka dari sekadar konsumen menjadi anggota yang juga memiliki kepemilikan dalam kegiatan usaha bersama.

“Dengan bergabung dalam koperasi, mereka bukan hanya pembeli, tetapi juga pemilik yang berpotensi memperoleh manfaat ekonomi,” ujarnya.

Pemerintah, kata dia, ingin agar program perlindungan sosial tidak berhenti pada penyaluran bantuan, tetapi juga mendorong peningkatan kemandirian keluarga penerima.

Ia menambahkan bahwa upaya pengentasan kemiskinan harus dimulai dari data yang akurat, sebagaimana arahan Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, ketepatan data akan menentukan efektivitas intervensi pemerintah.

Dalam kegiatan tersebut, Saifullah Yusuf bersama Menteri Koperasi Ferry Juliantono serta Wakil Menteri Koperasi Farida Farichah menyerahkan secara simbolis kartu anggota dan buku simpanan koperasi kepada sejumlah KPM PKH-Sembako dan pilar sosial.

Selain itu, sejumlah bantuan juga disalurkan untuk mendukung operasional koperasi desa dan kegiatan pemberdayaan masyarakat.

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menyatakan kolaborasi antara program PKH dan koperasi desa berpotensi memperkuat aktivitas ekonomi di tingkat desa.

Sementara itu, Ferry Juliantono menyebutkan saat ini terdapat sekitar 2.200 gudang dan gerai koperasi yang telah beroperasi, serta rencana pembangunan sekitar 32 ribu unit fasilitas serupa di berbagai wilayah.