Pemerintah Matangkan Kesiapan LRT Rute Kelapa Gading-Manggarai Jelang Peresmian

By Admin


LRT/ Dok. Ist
nusakini.com, PT Jakarta Propertindo (Jakpro) bersama Kementerian Perhubungan terus mematangkan persiapan jelang operasional LRT rute Kelapa Gading-Manggarai. Pengujian teknis pada jalur sepanjang 12,2 kilometer tersebut ditargetkan rampung sebelum peresmian pada Senin, 26 Agustus 2026 mendatang.

Direktur Jenderal Perkeretaapian, Allan Tandiono, menyatakan bahwa evaluasi sarana dan prasarana dilakukan secara komprehensif pada Kamis (13/8). "Proses pengujian sistem dilakukan secara menyeluruh dan mendetail untuk memastikan seluruh fungsi teknis dan keselamatan berjalan optimal sebelum dibuka bagi masyarakat umum," ungkap Allan.

Pembangunan proyek transportasi massal ini mencatatkan kemajuan fisik yang signifikan pada akhir bulan lalu. Berdasarkan catatan resmi pihak pengembang, progres konstruksi lintasan baru tersebut telah menyentuh angka 97,99 persen hingga pekan keempat Juli 2026.

Direktur Teknik dan Pengembangan Jakpro, Robert Sarjaka, menjelaskan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan otoritas perkeretaapian. "Bersama DJKA, kami melaksanakan setiap tahapan pengujian secara bertahap dan komprehensif untuk memastikan seluruh sistem siap beroperasi," jelas Robert dalam keterangannya.

Jalur anyar ini nantinya akan menghubungkan sebelas stasiun baru dari kawasan Jakarta Utara menuju Jakarta Selatan. Perjalanan melintasi rute antarwilayah tersebut diproyeksikan hanya memakan waktu operasional sekitar 28 menit.

Kehadiran rute perpanjangan ini juga sangat mengedepankan integrasi dengan berbagai moda transportasi umum lainnya di ibu kota. Stasiun Manggarai ditunjuk menjadi titik temu utama yang menghubungkan penumpang dengan KRL Commuter Line, kereta bandara, dan layanan bus Transjakarta.

Pemerintah daerah menaruh harapan besar pada proyek ini untuk mengurai kemacetan lalu lintas secara perlahan. "Peningkatan jumlah pengguna tersebut diharapkan turut berkontribusi terhadap pengurangan penggunaan kendaraan pribadi, kemacetan, serta emisi dari sektor transportasi," pungkas Robert. (*)