Pemprov DKI Siapkan Penguatan Budaya Betawi, Gubernur Hadiri Silaturahmi Akbar di Museum Husni Thamrin

By Admin

Dok. Pemprov DKI
nusakini.com, Jakarta — Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menghadiri Silaturahmi Akbar Kaum Betawi di pelataran Gedung Museum Husni Thamrin, Jalan Kenari 2, Senen, Jakarta Pusat, pada Minggu (15/2). Dalam kegiatan tersebut, ia menyampaikan komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk memperkuat peran dan eksistensi masyarakat Betawi di ibu kota.

Dalam sambutannya, Pramono mengapresiasi para sesepuh dan perwakilan organisasi Betawi yang hadir. Ia berharap soliditas organisasi dapat segera terwujud demi mendukung program pelestarian budaya dan pemberdayaan masyarakat.

Menurut Pramono, Pemprov DKI akan menindaklanjuti hasil Kongres Kaum Betawi yang sebelumnya digelar. Ia juga menyatakan rekomendasi dari Ketua Dewan Adat Kaum Betawi, Fauzi Bowo, akan menjadi rujukan dalam arah pengembangan organisasi ke depan.

Pemprov DKI, lanjutnya, berencana memperkuat sejumlah program, di antaranya pelestarian cagar budaya Betawi, pendokumentasian sejarah tokoh Betawi, pembinaan sanggar seni, penyusunan muatan lokal dalam kurikulum pendidikan, serta penguatan ekonomi kreatif berbasis UMKM Betawi.

Ia menilai masih terdapat cagar budaya Betawi yang belum dikelola secara optimal. Karena itu, ia meminta Dinas Kebudayaan DKI Jakarta melakukan penanganan lebih lanjut. Selain itu, Sekretaris Daerah DKI Jakarta diminta menginisiasi pembukuan resmi budaya Betawi sebagai referensi lintas generasi.

Di sektor pendidikan, Pramono menyebut akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan untuk menyusun materi muatan lokal yang melibatkan komunitas Betawi. Sementara di bidang ekonomi kreatif, ia menyoroti belum terdokumentasinya sejumlah kuliner Betawi secara baik sehingga berdampak pada pemasaran.

Ketua Dewan Adat Kaum Betawi, Fauzi Bowo, mengatakan kegiatan silaturahmi tersebut merupakan tindak lanjut dari kongres sebelumnya. Menurutnya, hampir seluruh kelompok Betawi hadir dan telah menyepakati agenda serta program lanjutan yang akan dilaksanakan mulai Ramadan hingga Lebaran Betawi 2026.

Ia menekankan pentingnya persatuan internal sebelum menyusun langkah strategis dalam merespons dukungan pemerintah daerah. (*)