PGE Kejar Target Kapasitas 3 GW, Panas Bumi Siap Dipacu Jadi Penyokong Utama Kelistrikan Nasional
By Admin

Ilustrasi
nusakini.com, Jakarta — PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) terus memacu pengolahan energi panas bumi guna memperkuat keandalan pasokan listrik nasional yang selama ini masih didominasi Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) berbahan batu bara. Upaya percepatan ini ditandai dengan berbagai langkah ekspansi di sejumlah wilayah operasional.
Direktur Eksplorasi dan Pengembangan PGE, Edwil Suzandi, pada Senin (27/7/2026) mengungkapkan bahwa energi panas bumi memiliki keunggulan kompetitif sebagai daya beban dasar (baseload). Sifatnya yang stabil membuat pasokan listrik tidak terganggu oleh dinamika cuaca maupun perubahan waktu, berbeda dengan energi terbarukan lain seperti surya dan angin yang bersifat intermiten.
Selain stabilitas produksi, sumber daya geothermal merupakan pasokan lokal (indigenous resource) yang tersedia berlimpah di dalam negeri tanpa perlu mengandalkan komoditas impor. Langkah pemanfaatan potensi ini dinilai menjadi kunci strategis dalam transisi energi nasional.
Saat ini, daya terpasang dari energi panas bumi di Indonesia baru tergarap sekitar 11 hingga 12 persen dari total potensi yang ada. PGE mendata kapasitas terpasang milik perusahaan saat ini berada di angka 727 Mega Watt (MW). Untuk mendukung kemandirian energi, PGE membidik target jangka panjang untuk mengoperasikan kapasitas terpasang hingga 3 Giga Watt (GW).
Untuk mengejar target tersebut, PGE mengakselerasi serangkaian proyek lapangan. Di antaranya adalah pelaksanaan tajak perdana pada proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Lumut Balai Unit 3 di Kabupaten Muara Enim, Sumatra Selatan. Di samping itu, kegiatan eksplorasi juga digencarkan di kawasan Gunung 3 Lampung, serta persiapan pengeboran di wilayah Kotamobagu, Sulawesi Utara.
PGE juga mengonfirmasi tengah menuntaskan negosiasi bersama PT PLN (Persero). Kesepakatan kerja sama yang ditargetkan rampung dalam waktu dekat tersebut diproyeksikan bakal memberikan tambahan kapasitas kelistrikan sekitar 45 MW bagi jaringan nasional. (*)