Produksi Emas Menyusut, MIND ID Arahkan Antam Fokus pada Strategi Hilirisasi

By Admin


Direktur Utama MIND ID, Maroef Sjamsoeddin
nusakini.com, Holding Industri Pertambangan, MIND ID, menyoroti tantangan berat terkait penurunan kapasitas ekstraksi emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada tahun ini. Berdasarkan laporan kinerja terbaru, volume produksi dari emiten tambang pelat merah tersebut tercatat anjlok hingga di bawah angka satu ton per tahun.

Direktur Utama MIND ID, Maroef Sjamsoeddin, merinci bahwa total produksi emas perusahaan itu diduga hanya mampu mencapai kisaran 743 kilogram per tahunnya. Pemaparan mengenai kinerja operasional tersebut disampaikan olehnya secara langsung dalam forum diskusi Mindialogue 2026 pada Rabu (12/8/2026).

Menurut Maroef, volume tersebut merepresentasikan kontribusi yang sangat kecil, yakni sekadar 0,83 persen terhadap keseluruhan produksi emas skala nasional. "Sebagai ilustrasi, produksi emas antam hanya 743 kg atau 0,83% dari produksi nasional," ungkapnya di hadapan para peserta diskusi.

Kekurangan pasokan emas nasional sebesar 99,17 persen sisanya kini sepenuhnya dikuasai dan disuplai oleh berbagai perusahaan tambang lain. Situasi yang terbilang timpang ini lantas memicu pemegang saham mayoritas untuk segera merumuskan ulang fokus bisnis strategis perusahaan tersebut.

Maroef menegaskan bahwa upaya penguatan Antam ke depannya tidak boleh lagi sekadar bertumpu pada peningkatan kuantitas penggalian di sektor hulu. "Kondisi ini menunjukkan bahwa penguatan antam tidak semata diarahkan pada peningkatan produksi tambang tetapi pada penguatan peran strategis di sisi hilir," tegasnya memberi arahan.

Secara terpisah, Direktur Utama PT Antam Tbk, Untung Budiharto, turut membenarkan kondisi menipisnya cadangan di Unit Bisnis Pertambangan Emas (UBPE) Pongkor. Fasilitas yang menjadi satu-satunya andalan tambang emas internal tersebut menurut penyidikan korporasi kini hanya sanggup memproduksi sekitar 450 kilogram per tahun.

Guna menambal defisit pasokan tersebut, manajemen terpaksa menempuh langkah impor, pembelian dari pabrik lokal, hingga mengintensifkan program beli balik emas. Di sisi lain, perusahaan juga telah mengantongi penugasan resmi untuk mencari cadangan sumber daya baru di sejumlah wilayah domestik, termasuk Jawa Timur.

Proses eksplorasi cadangan domestik tersebut diproyeksikan akan memakan waktu hingga lima tahun ke depan sebelum dapat memasuki fase eksploitasi. "Serta menjajaki peluang eksplorasi luar negeri yang kami lakukan saat ini di Arab Saudi," ujar Untung merujuk pada strategi ekspansi alternatif korporasi. (*)