Rayakan Milad ke-25, Pesantren Darul Falah Ponorogo Siapkan Santri Hadapi Tantangan Digital
By Admin
Pondok Pesantren (PP) Darul Falah Ponorogo
nusakini.com, Ponorogo, 1 Juli 2026 — Pondok Pesantren (PP) Darul Falah Ponorogo menggelar pengajian akbar dalam rangka memperingati hari jadi yang ke-25 pada hari Rabu, 1 Juli 2026. Acara yang berlangsung di kompleks pesantren tersebut dihadiri oleh ribuan warga dan jemaah dari berbagai wilayah guna menyimak ceramah dari ulama asal Bojonegoro, KH. Anwar Zahid.
Peringatan seperempat abad ini menjadi momentum bagi lembaga pendidikan Islam tersebut untuk menegaskan posisinya dalam peta pendidikan di Ponorogo. Pihak pengelola dinilai berhasil memadukan metode pengajaran kitab klasik (salaf) dengan sistem pendidikan modern. Hal ini dilakukan sebagai langkah strategis menghadapi perkembangan zaman yang kian kompetitif.
Dalam ceramahnya, KH. Anwar Zahid mengingatkan para jemaah mengenai krusialnya keberadaan institusi pesantren pada era modern. Menurut ulama kondang tersebut, lembaga pesantren memiliki peran strategis sebagai perisai moral bagi generasi muda di tengah masifnya perkembangan teknologi dan informasi di tingkat global.
Sementara itu, Pimpinan PP Darul Falah Ponorogo, Gus Reza Arif Achmadi, menjelaskan bahwa usia 25 tahun merupakan tonggak penting untuk meningkatkan mutu kelembagaan. Menurut penyidikan internal manajemen, pihak pesantren saat ini berfokus pada penyiapan alumni yang mampu bersaing di kancah internasional tanpa kehilangan jati diri sebagai santri.
Pihak pesantren mengklaim telah menerapkan tiga strategi utama untuk mempertahankan mutu pendidikan di wilayah yang dikenal sebagai Kota Santri ini. Strategi pertama adalah penerapan kurikulum terpadu yang menyelaraskan ilmu agama dengan sains serta kurikulum nasional.
Kedua, pengelola memfasilitasi para santri dengan kecakapan abad ke-21, termasuk sektor ekonomi syariah berbasis digital, kemampuan berbicara di depan umum, dan kewirausahaan. Ketiga, pembentukan lingkungan belajar yang aman serta suportif guna mencetak lulusan yang siap terserap di dunia kerja profesional.
Melalui momentum ini, manajemen lembaga menyatakan komitmennya untuk terus melakukan inovasi program belajar. Upaya tersebut diharapkan dapat berkontribusi dalam melahirkan generasi muda yang memiliki kedalaman ilmu agama sekaligus kemampuan praktis yang adaptif. (*)