Refleksi 100 Tahun Gontor, Ahmad Madani Ajak Alumni Jadikan Nilai Pesantren Sebagai Kompas Moral

By Admin


Angkatan Ahmarian 62001 (Red Century)

nusakini.com, Peringatan 100 tahun Pondok Modern Darussalam Gontor menjadi momentum penting bagi para alumninya untuk melakukan refleksi diri. Hal ini disampaikan oleh Ahmad Madani, praktisi pemasaran sekaligus alumni Gontor angkatan 2001, pada Rabu (23/9/2026).

Madani menyatakan bahwa nilai-nilai pesantren harus tetap menjadi kompas moral bagi santri yang terjun ke dunia profesional. Peringatan satu abad ini dinilai sebagai waktu yang tepat untuk mengaudit implementasi nilai tersebut.

"Peringatan 100 Tahun Gontor adalah cermin untuk mengaudit sejauh mana alumni telah menerjemahkan nilai tersebut menjadi manfaat konkret bagi masyarakat, bukan sekadar bernostalgia," ungkap Madani dalam pernyataannya. Menurutnya, ajaran tentang kepemimpinan, kesederhanaan, dan keikhlasan justru semakin relevan di kerasnya realitas dunia kerja.

Bagi angkatan Ahmarian 62001 (Red Century), tahun ini juga menandai 25 tahun perjalanan kiprah mereka di luar lingkungan pondok pesantren. Pidato dari pimpinan pondok, K.H. Hasan Abdullah Sahal, baru-baru ini diakui memberikan teguran introspektif yang mendalam bagi dirinya.

"Apakah pengabdian saya benar-benar dirasakan manfaatnya oleh para guru dan praktisi yang saya temui?" ujar Madani menirukan pertanyaan batin yang ia rasakan. Sebagai figur yang aktif di asosiasi AGMARI dan KOMISI, ia merasa pesan dari sang kiai sangat personal.

Kebanggaan sebagai lulusan Gontor dipandang tidak boleh hanya berhenti pada identitas masa lalu belaka. Semangat tersebut didorong oleh para alumni untuk segera dikonversi menjadi karya nyata yang bermanfaat.

Salah satu wujud karya nyata tersebut disimbolkan secara monumental melalui inisiatif peluncuran Mushaf Gontor. Dalam tataran keseharian, karya itu juga tercermin kuat melalui integritas bisnis dan cara mendidik generasi muda.

Menghadapi dunia yang kerap mendewakan status sosial, kesederhanaan menjadi prinsip fundamental yang harus terus dijaga ketat. Madani menegaskan bahwa dedikasi dan integritas di lapangan adalah jawaban paling tepat atas segala pertanyaan kritis terkait pengabdian.

Memasuki abad kedua perjalanannya, institusi pendidikan Gontor dihadapkan pada tantangan untuk terus mencetak generasi tangguh. Sejarah baru diyakini tidak akan ditulis dengan tinta, melainkan melalui dedikasi di berbagai medan pengabdian para alumninya.

Kiprah Ahmad Madani sebagai Juri LKS Digital Marketing Nasional 2026 membuktikan bahwa alumni pesantren mampu bersaing secara profesional. Dedikasi tersebut diharapkan dapat menginspirasi generasi santri berikutnya untuk berprestasi tanpa pernah melupakan akar moralnya. (*)