Sekolah Rakyat Jadi Sorotan di Rapim Polri 2026, Ini Pesan Mensos

By Admin

Dok. Humas Kemensos

nusakini.com, Jakarta, Rabu, 11 Februari 2026 — Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyampaikan apresiasi kepada Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) atas keterlibatannya dalam mendukung penyelenggaraan Sekolah Rakyat, khususnya dalam aspek penguatan kedisiplinan siswa.

Pernyataan itu disampaikan Saifullah Yusuf dalam Rapat Pimpinan Polri 2026 di The Krakatau Grand Ballroom, Pintu 1 TMII, Jakarta Timur, Rabu (11/2/2026).

Menurut dia, dukungan personel kepolisian di lapangan bersama TNI membantu membentuk kedisiplinan peserta didik yang sebelumnya belum terbiasa dengan pola belajar terstruktur dan jadwal padat.

“Melalui proses penguatan kedisiplinan, anak-anak kini lebih siap mengikuti pembelajaran,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pembentukan karakter dan kemandirian menjadi bagian penting dalam model pendidikan Sekolah Rakyat. Program ini ditujukan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem yang masuk Desil 1 dan 2 dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), terdapat hampir 4 juta anak usia sekolah yang belum sekolah, tidak sekolah, putus sekolah, atau berpotensi putus sekolah. Sekolah Rakyat disebut sebagai salah satu upaya negara menjalankan amanat konstitusi, khususnya Pasal 34 UUD 1945 mengenai pemeliharaan fakir miskin dan anak terlantar.

Selain pendidikan gratis, program ini juga terintegrasi dengan pemberdayaan keluarga penerima manfaat, termasuk bantuan sosial, perbaikan rumah, kepesertaan PBI-JK, hingga keterlibatan dalam program ekonomi desa.

Sekolah Rakyat juga menerapkan pemetaan minat dan bakat berbasis kecerdasan artifisial melalui tes DNA talent untuk mengarahkan siswa sesuai potensi masing-masing.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam kesempatan yang sama menegaskan kesiapan Polri untuk berkolaborasi mendukung program pemerintah tahun 2026, termasuk Sekolah Rakyat. (*)