Sistem Pengaman Internal Dievaluasi Pasca-Kebakaran Gudang PT Sayap Mas Utama

By Admin


Ilustrasi Damkar
nusakini.com, Jakarta — Evaluasi menyeluruh terhadap sistem keselamatan kerja di kawasan industri Cakung mulai disuarakan pasca-insiden kebakaran yang melanda fasilitas penyimpanan milik PT Sayap Mas Utama (SMU). Otoritas setempat meminta seluruh pelaku usaha memperketat proteksi mandiri guna mencegah kejadian serupa terulang.

Insiden yang membakar gudang produsen deterjen di Jalan Inspeksi Cakung Drain Timur, RT 01/06, Kelurahan Cakung Barat, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur ini dilaporkan terjadi pada Senin (29/6) malam sekitar pukul 22.34 WIB. Kobaran api menghanguskan area penyimpanan seluas kurang lebih 700 meter persegi.

Kepala Seksi Operasi Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Timur, Abdul Wahid, mengonfirmasi bahwa penanganan api membutuhkan waktu hingga lebih dari lima jam. Petugas di lapangan baru menyatakan operasi pemadaman selesai total pada Selasa (30/6) dini hari pukul 03.57 WIB.

"Kami langsung mengerahkan 16 unit mobil pemadam kebakaran dengan kekuatan 80 personel ke lokasi," ujar Wahid saat memberikan keterangan pada Selasa (30/6).

Menurut pihak pemadam kebakaran, proses pelokalisiran api memakan waktu cukup lama dipicu oleh karakteristik material di dalam gudang. Banyaknya bahan kimia dan komoditas yang mudah tersulut membuat intervensi petugas membutuhkan ketelitian ekstra agar tidak menimbulkan letupan baru.

Meski kerusakan material tergolong masif, otoritas memastikan tidak ada korban jiwa ataupun luka-luka dalam peristiwa tersebut. Seluruh pekerja yang berada di sekitar lokasi dilaporkan berhasil dievakuasi sebelum api membesar.

Merespons kejadian ini, Camat Cakung, Rohmad, memberikan apresiasi atas kesigapan tim pemadam di lapangan yang berhasil mengisolasi titik api. Berkat respons cepat tersebut, dampak kebakaran tidak meluas ke permukiman warga atau fasilitas pabrik lain di sekitar lokasi kejadian.

"Saya mengimbau masyarakat dan pelaku usaha untuk terus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran dengan memastikan sistem pengamanan dan keselamatan di lingkungan kerja berfungsi dengan baik," kata Rohmad. Hingga saat ini, penyebab pasti dari munculnya titik api di gudang tersebut masih dalam proses penyelidikan pihak berwenang. (*)