UMKM Jakarta Unjuk Gigi Lewat JAKCraft 2026 di Kota Kasablanka

By Admin


Dok. Humas DKI

nusakini.com, Pemerintah kembali menggelar pameran tahunan JAKCraft 2026 di Mal Kota Kasablanka, Jakarta Selatan, pada Senin (2/11/2026). Gelaran ini bertujuan mengangkat pamor kerajinan Nusantara agar siap bersaing di pasar global.

Pameran kali ini mengusung tema besar yang memadukan gaya hidup, budaya, dan warisan leluhur. Ketua Dekranasda DKI Jakarta, Hani Pramono, menyebut acara ini sebagai titik temu strategis antara tradisi dan kreativitas masa kini.

"Karya para perajin tidak sekadar memiliki nilai ekonomi, tetapi juga merupakan bagian dari identitas serta kekayaan budaya bangsa," kata Hani saat peresmian pameran. Ia menambahkan bahwa ajang ini membuka peluang bagi UMKM untuk memperluas jaringan bisnis mereka.

Hani juga mengimbau seluruh elemen masyarakat dan instansi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk aktif menggunakan produk buatan perajin lokal. Langkah ini dinilai sangat krusial dalam mendongkrak kesejahteraan ekonomi para pelaku usaha kecil menengah.

Acara pameran kreatif ini dijadwalkan berlangsung selama sepekan penuh hingga 8 November 2026 mendatang. Warga ibu kota diundang untuk membawa keluarga menikmati keindahan karya budaya Indonesia di lokasi tersebut.

Respons positif juga datang dari Ketua Dekranasda Jakarta Selatan, Azizah Syafrin, yang hadir langsung di lokasi pameran. Ia memandang eksibisi ini sebagai wadah efektif untuk mempromosikan produk unggulan daerah, khususnya yang bernuansa Betawi.

"Kegiatan ini membuka ruang bagi para pelaku usaha untuk memperkenalkan produk unggulan kepada masyarakat luas, terutama kerajinan yang mengangkat ciri khas budaya Betawi," ujar Azizah. Ia berharap program promosi dan pameran semacam ini dapat berjalan secara berkesinambungan ke depannya.

Menurut Azizah, keberlanjutan pameran sangat penting agar UMKM di Jakarta bisa terus berinovasi dan naik kelas. Peningkatan kualitas serta daya saing UMKM ini pada akhirnya akan bermuara pada perbaikan ekonomi keluarga perajin.

Dukungan nyata dari pemerintah daerah ini diharapkan menjadi pelecut semangat bagi para kreator lokal dalam berkarya. Pameran komprehensif semacam ini membuktikan bahwa karya tradisional bisa mendapat tempat prestisius di tengah gaya hidup perkotaan. (*)