AS Pertimbangkan Akhiri Perang dengan Iran Meski Selat Hormuz Belum Terbuka

By Admin


Presiden Amerika Serikat Donald Trump
nusakini.com, Wahington, Selasa, 31 Maret 2026 — Presiden Amerika Serikat Donald Trump disebut membuka kemungkinan mengakhiri konflik militer dengan Iran meskipun Selat Hormuz belum sepenuhnya kembali beroperasi.

Berdasarkan laporan media Amerika Serikat yang mengutip pejabat pemerintah, Trump menilai upaya membuka jalur pelayaran strategis tersebut berpotensi memperpanjang durasi perang melampaui target awal yang dipatok sekitar empat hingga enam minggu.

Di sisi lain, Gedung Putih tengah mengamati peluang dialog dengan Iran. Trump menyatakan bahwa pihaknya akan mengetahui dalam waktu sekitar satu minggu apakah pimpinan parlemen Iran bersedia menjalin komunikasi dengan Washington.

Juru Bicara Gedung Putih Karoline Leavitt mengatakan pemerintah AS menargetkan kesepakatan dapat tercapai sebelum 6 April 2026. Target ini muncul setelah penundaan rencana serangan udara terhadap fasilitas energi Iran.

Leavitt juga menyebut pihak Iran yang terlibat dalam pembicaraan dinilai menunjukkan sikap lebih terbuka, meskipun tidak merinci identitasnya.

Sementara itu, Iran menegaskan bahwa keputusan mengakhiri konflik akan bergantung pada syarat yang menjamin kedaulatan, keamanan, dan kepentingan nasional. Presiden Iran Masoud Pezeshkian menekankan pentingnya menjaga stabilitas dalam negeri di tengah tekanan militer.

Di perkembangan lain, otoritas Iran mengonfirmasi wafatnya Komandan Angkatan Laut Garda Revolusi Islam (IRGC), Alireza Tangsiri, yang disebut meninggal akibat luka saat bertugas.

Konflik ini juga menimbulkan beban biaya besar. Pemerintah AS dilaporkan telah mengeluarkan lebih dari 11 miliar dolar AS dalam beberapa hari awal operasi militer. (*)