Belajar dari Candra

By Admin


nusakini.com - Ada yang menarik saat kami berkunjung ke sawah yang dikelola oleh Komjen (purn) Susno Duadji mantan Kabareskrim Polri yang kini berprofesi sebagai petani di Tanjung Api-Api Kabupaten Banyuasin, senin (5/2/2018).

Dari sekian petani binaan Susno yang menyambut kami, nampak pria masih terbilang muda duduk di kursi roda, dan sesekali turut menimpali penjelasan Susno tentang lahan pasang surut yang dikelola oleh petani di daerah tersebut.

Saat makan siang yang masih di lokasi lahan, saya menghampiri pria muda berkursi roda. 

“Mas, petani juga ?” tanya saya sambil mengulurkan tangan. 

“Ya, saya seorang petani.” Senyum sumringah menghiasi wajahnya.

Namanya Candra Buana Putra (35). Meskipun penyandang disabilitas dia terbilang sukses sebagai petani. Bermodalkan semangat, Candra memulai dari mengelola lahan tak seberapa luas dengan menggunakan mesin modern yang dimodifikasi.

“Jadi petani adalah profesi utama saya dan saya bangga menjadi seorang petani !” ujarnya.

Dengan hasil bertani Candra mampu membiayai kehidupan keluarganya yakni seorang istri dan pendidikan empat orang anak. Dan saat ini Candra telah memiliki kendaraan roda empat. Sepertinya pertanyaan saya tentang bagaimana dia menjalankan mesin modern pertanian terjawab saat melihat Candra mengendarai mobilnya, ternyata mobilnya telah dimodifikasi sedemikian rupa baik rem, kopling dan gas semua digerakkan dengan tangan, menakjubkan.

“ Saya akan tetap jadi petani, apapun masalah yang kita hadapi akan terselesaikan selama kita berdoa, tidak berputus asa, sabar, optimis dan giat dalam bekerja !” Ujarnya tegas.

Manusia dilahirkan dengan berbagai kelebihan dan kekurangan, maka dari itu kekurangan harus bisa menjadikan motivasi dan rasa syukur agar dibalik kekurangan itu timbul kelebihan yang bermanfaat. Banyak orang diciptakan dengan berbeda-beda, seharusnya orang-orang dengan kebutuhan lengkap harus lebih termotivasi untuk lebih bersyukur, kerja keras dan termotivasi untuk lebih berprestasi. (eg)