Budiman Sudjatmiko Puji Kinerja Kementan Capai Swasembada Beras Lebih Cepat
By Admin
Budiman Sudjatmiko | Dok. Ig
nusakini.com, Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin), Budiman Sudjatmiko, memberikan pujian atas kinerja Kementerian Pertanian pada Selasa (20/10/2026). Menurut Budiman, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman sukses mewujudkan swasembada beras hanya dalam waktu satu tahun dari target awal empat tahun.
Apresiasi ini disampaikan bertepatan dengan momen peringatan dua tahun masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Berdasarkan penilaian BP Taskin, keberhasilan ini tidak lepas dari eksekusi kebijakan yang konsisten serta kepatuhan pada arahan kepala negara.
"Kita tahu target Pak Presiden untuk swasembada adalah empat tahun. Namun, Kementerian Pertanian di bawah Pak Amran berhasil mencapainya dalam waktu satu tahun," ujar Budiman.
Pengumuman resmi terkait status kemandirian pangan ini sebelumnya telah dideklarasikan langsung oleh Presiden di Karawang. Berdasarkan catatan pemerintah, Indonesia bahkan telah berani menghentikan impor beras untuk kebutuhan konsumsi sejak tahun lalu.
Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan lonjakan produksi gabah yang signifikan sepanjang tahun sebelumnya. Tercatat angka produksi beras menembus 34,69 juta ton, yang berarti ada kenaikan belasan persen dibandingkan pencapaian dua tahun silam.
Keberhasilan menekan ketergantungan pasokan luar negeri ini dianggap sebagai modal strategis bagi ketahanan bangsa. Hal tersebut dinilai sangat krusial di tengah bayang-bayang krisis iklim global serta dinamika geopolitik dunia yang tidak menentu.
Selain berfokus pada volume panen, perbaikan taraf hidup para petani juga menjadi sorotan utama dalam indikator capaian ini. Laporan BPS mencatat Nilai Tukar Petani pada bulan lalu bertengger di angka 131,11 yang menunjukkan adanya tren positif daya beli.
Perum Bulog turut mencatatkan kinerja maksimal dengan menyerap lebih dari empat juta ton beras petani lokal hingga pekan kedua bulan ini. Angka serapan tersebut dipastikan telah melampaui target yang dibebankan oleh pemerintah pusat kepada lembaga urusan logistik tersebut. (*)