Di Tengah Ketidakpastian, Harapan Damai dari Tanah Pegunungan
By Admin
Pemerhati kedamaian Papua, Max Johan Dwemanser/ Dok. Humas Polri
nusakini.com, Di tengah proses yang masih berjalan untuk memulihkan situasi keamanan di wilayah pegunungan Papua, suara-suara yang menyerukan perdamaian kembali mengemuka.
Belakangan ini, sejumlah aksi kekerasan disebut mengganggu aktivitas warga di beberapa daerah pedalaman. Layanan publik tersendat, mobilitas masyarakat terbatas, dan rasa aman menjadi hal yang mahal bagi sebagian warga.
Pemerhati kedamaian Papua, Max Johan Dwemanser, menilai kondisi tersebut memerlukan perhatian bersama. Ia memandang bahwa korban terbesar dari konflik berkepanjangan adalah masyarakat sipil yang hanya ingin menjalani kehidupan sehari-hari dengan tenang.
Wilayah seperti Kabupaten Yahukimo dan Kabupaten Puncak Jaya disebut sebagai bagian dari daerah yang terdampak situasi keamanan. Di sana, stabilitas menjadi kunci agar sekolah, layanan kesehatan, dan aktivitas ekonomi dapat kembali berjalan normal.
Dalam pandangannya, aparat keamanan memiliki tanggung jawab menjaga ketertiban. Namun, ia juga menekankan pentingnya peran masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi isu yang dapat memperkeruh keadaan.
Seruan damai itu bukan sekadar pernyataan formal. Bagi warga di pegunungan, kedamaian berarti kesempatan untuk bekerja, belajar, dan membangun masa depan tanpa bayang-bayang kekerasan.