Golkar Soroti Lemahnya Komunikasi Publik Pemerintah, Nilai Kebijakan Kerap Disalahpahami
By Admin

Idrus Marham
nusakini.com, Jakarta — Wakil Ketua Umum Partai Golkar Bidang Kebijakan Publik, Idrus Marham, mengkritik pola komunikasi publik pemerintah yang dinilai belum optimal dalam menyampaikan kebijakan strategis kepada masyarakat.
Dalam keterangan tertulis pada Minggu (29/3/2026), Idrus menyatakan bahwa berbagai kebijakan pemerintah sebenarnya telah dirancang dengan matang. Namun, menurut dia, kelemahan dalam penyampaian narasi oleh menteri dan juru bicara presiden menyebabkan kebijakan tersebut kerap menimbulkan salah persepsi di tengah publik.
Ia menilai substansi kebijakan pemerintah sudah memiliki landasan kuat, baik dari sisi ideologi, konstitusi, maupun prinsip kebangsaan. Meski demikian, kurangnya penjelasan yang sistematis membuat masyarakat seolah melihat pemerintah berjalan tanpa arah.
Menurut Idrus, pembantu Presiden Prabowo Subianto seharusnya berperan aktif menjelaskan kebijakan kepada publik sejak awal, bukan menunggu munculnya polemik.
Ia menambahkan, kritik yang berkembang di masyarakat tidak selalu mencerminkan kesalahan kebijakan, melainkan bisa muncul akibat minimnya komunikasi yang komprehensif.
Idrus juga menyoroti pentingnya kesinambungan program pemerintah, termasuk hilirisasi industri, ketahanan energi dan pangan, serta pengembangan teknologi seperti kecerdasan buatan. Menurutnya, arah kebijakan tersebut sudah tepat, namun membutuhkan narasi yang lebih terbuka dan konsisten.
Ia menilai pola komunikasi pemerintah saat ini masih cenderung reaktif, di mana penjelasan baru disampaikan setelah muncul kritik.
Meski menyampaikan kritik, Idrus menegaskan bahwa Partai Golkar tetap mendukung pemerintahan. Ia menyebut dukungan tersebut sejalan dengan arahan Ketua Umum Golkar, Bahlil Lahadalia. (*)