Gubernur DKI Hadiri Melasti di Cilincing, Minta Toleransi Jelang Nyepi dan Idul Fitri
By Admin

Pramono Anung
nusakini.com, Jakarta — Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menghadiri upacara Melasti menjelang Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 di Pura Segara, Kelurahan Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara, Minggu (15/3).
Dalam kesempatan tersebut, Pramono menyampaikan harapannya agar rangkaian perayaan Nyepi yang waktunya berdekatan dengan Hari Raya Idul Fitri dapat berlangsung aman dan penuh toleransi.
Menurutnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berupaya memastikan umat Hindu di Jakarta dapat menjalankan ibadah dengan tertib, khidmat, dan penuh sukacita.
Ia juga menyinggung makna filosofis upacara Melasti yang mengajarkan penyucian diri, baik lahir maupun batin. Nilai tersebut, kata dia, menjadi pengingat bagi masyarakat untuk menjaga keseimbangan dengan alam dan sesama manusia.
Pramono mengajak seluruh warga Jakarta untuk menjaga kerukunan dan keberagaman agar situasi ibu kota tetap kondusif.
Pada kesempatan itu, ia meminta Kepala Biro Pendidikan Mental dan Spiritual (Dikmental) DKI Jakarta menindaklanjuti permohonan terkait kebutuhan dermaga di kawasan Pura Segara. Selain itu, Badan Pengelola Aset Daerah (BPAD) DKI Jakarta diminta meninjau kondisi mesin kremasi di pura yang dilaporkan tidak berfungsi.
“Pemprov DKI Jakarta mengucapkan selamat menjalankan upacara Melasti. Semoga Catur Brata Penyepian dapat dijalankan dengan baik dan membawa kedamaian,” ujar Pramono.
Sementara itu, Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Indonesia Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka mengapresiasi dukungan Pemprov DKI Jakarta terhadap rangkaian kegiatan menyambut Nyepi.
Ia menyebut kegiatan budaya seperti pawai ogoh-ogoh yang sebelumnya digelar di Bundaran HI menjadi contoh nyata kerukunan antarumat beragama di Jakarta. (*)