Kedepankan Dialog dengan PKL, Achmad Noer Shaleh Terima Penghargaan
By Admin

Dok. Ist
nusakini.com, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung beserta Wakil Gubernur Rano Karno memberikan penghargaan kepada Kasatpol PP Kelurahan Kuningan Timur, Achmad Noer Shaleh. Apresiasi berupa potongan tumpeng ini diserahkan langsung pada perayaan HUT ke-76 Satpol PP dan ke-64 Satlinmas, Senin (21/9), atas dedikasi Achmad dalam bertugas.
Penghargaan tersebut diberikan menyusul viralnya metode penertiban pedagang kaki lima (PKL) yang mengedepankan pendekatan dialogis. Cara humanis yang diterapkan Achmad ini sempat terekam dalam sejumlah video dan beredar luas di berbagai platform media sosial.
Achmad menyatakan rasa syukurnya atas penghargaan dari pimpinan daerah tersebut. "Alhamdulillah, saya bersyukur dan tentu merasa bangga mendapat apresiasi ini," ujarnya seusai menerima ganjaran prestasinya.
Ia menganggap pencapaian ini sebagai pendorong semangat bagi seluruh jajaran di lapangan dan bukan sekadar euforia pribadi. "Ini menjadi motivasi untuk saya dan teman-teman agar ke depan bisa terus bekerja lebih baik dan memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat," tambah Achmad.
Dalam menjalankan tugasnya, Achmad selalu berupaya mengajak para pedagang berdiskusi sebelum menindak tegas. Menurut pengakuannya, langkah edukasi dan pemberian solusi lebih diutamakan ketimbang langsung melakukan pembongkaran paksa.
Metode komunikasi dari hati ke hati ini ternyata mendapat respons positif dari para warganet. Sebuah video penertibannya di akun Instagram resmi Satpol PP DKI Jakarta bahkan tercatat telah ditonton hingga melampaui satu juta kali.
Kepala Satpol PP Provinsi DKI Jakarta, Satriadi Gunawan, turut menanggapi langsung prestasi bawahannya tersebut. Ia menegaskan bahwa seluruh personel di lapangan memang dituntut untuk menerapkan cara-cara penyelesaian yang beradab.
Penegakan aturan tetap menjadi prioritas utama tanpa harus menghilangkan sisi kemanusiaan saat bertugas. "Personel Satpol PP harus tetap tegas dalam menjalankan aturan, tetapi juga harus mengedepankan sikap yang humanis, rendah hati, ramah, dan responsif dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat," ungkap Satriadi.
Satriadi mengingatkan bahwa mewujudkan lingkungan ibu kota yang tertib memerlukan kerja sama berbagai pihak. "Ketertiban itu bukan hanya tanggung jawab Satpol PP," sebut pimpinan satuan pengamanan daerah tersebut.
Keterlibatan aktif dari warga sipil sangat dibutuhkan agar aturan dapat berjalan optimal di lapangan. "Ini tanggung jawab kita bersama," tegas Satriadi mengakhiri pernyataannya terkait ketertiban umum.
Sebelumnya, Achmad juga sempat menekankan pentingnya kesadaran kolektif dari masyarakat binaannya. "Ketika masyarakat memahami aturan, tentu ketertiban bisa tercipta dengan kesadaran bersama," tuturnya menjelaskan prinsip kerjanya.
Ia memastikan setiap masalah di area publik memiliki penanganan yang berbeda-beda sesuai kondisi. "Kalau ada persoalan di lapangan, kami tidak langsung melihatnya dari sisi penertiban," paparnya merangkum prosedur operasional tersebut. (*)