Kembali ke Kampung, Menteri dan Cerita tentang Tanah yang Digarap Petani

By Admin


Andi Amran Sulaiman
nusakini.com, Di tengah agenda kenegaraan yang padat, ada ruang yang selalu dirindukan: kampung halaman. Bagi Menteri Pertanian, pulang ke desa bukan sekadar kunjungan seremonial, tetapi juga momen untuk kembali merasakan kehidupan yang membentuknya.

Suasana desa, hamparan lahan, dan ritme hidup petani menjadi pengingat akan akar profesi yang ia sebut masih melekat. “Enak tidur di kampung,” katanya, menggambarkan kedekatan emosional dengan lingkungan tersebut.

Dalam suasana sederhana itu, ia menyampaikan kabar yang dianggap penting bagi para petani: klaim bahwa Indonesia telah mencapai swasembada pangan. Bagi warga desa, pernyataan itu bukan sekadar angka, tetapi berkaitan langsung dengan hasil panen, harga jual, dan keberlanjutan usaha mereka.

Di tengah proses yang masih berjalan dalam pembangunan sektor pertanian, pemerintah juga mulai mendorong pengembangan peternakan terintegrasi. Salah satu langkah yang disiapkan adalah menjadikan wilayah Bone sebagai pusat produksi daging ayam di kawasan timur Indonesia.

Harapannya, upaya tersebut tidak hanya memperkuat pasokan pangan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat lokal. Bagi para petani dan peternak, perubahan kebijakan sering kali terasa jauh—namun dampaknya nyata di sawah, kandang, dan dapur mereka. (*)