Kolaborasi Lintas Sektor, Bandung Optimalkan Delapan Kampung Wisata
By Admin
Dok. Humas Kota Bandung
nusakini.com, Pemerintah Kota Bandung resmi memperkenalkan delapan Kawasan Wisata Kreatif (KWK) untuk mendongkrak sektor pariwisata berbasis potensi masyarakat. Pengenalan kawasan tematik ini dilakukan dalam acara Festival Kawasan Wisata Kreatif di Kiara Artha Park, Minggu, 27 September 2026.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung, Adi Junjunan Mustafa, menegaskan bahwa pengembangan ini memerlukan sinergi berbagai pihak. Menurut Adi, penataan fasilitas publik seperti jalan dan lampu penerangan sangat krusial bagi kenyamanan pengunjung.
“Pariwisata di Kota Bandung ini tidak mungkin hanya menjadi tanggung jawab satu pihak, ini harus lintas OPD,” ujar Adi dalam keterangan resminya. Ia menilai kemacetan lalu lintas juga menjadi salah satu persoalan yang harus segera diminimalkan secara bersama-sama.
Delapan destinasi yang ditetapkan meliputi KWK Cigadung, Braga, Rajut Binong, Terpadu Gedebage, Literasi Cinambo, Tekstil Cigondewah, Pasirkunci, hingga Cibaduyut. Seluruh kawasan tersebut dinilai memiliki keunikan tersendiri, mulai dari sentra industri rajut hingga wisata sejarah dan budaya.
Selain mengangkat kearifan lokal, inisiatif ini juga diharapkan mampu meningkatkan perekonomian warga di sekitar destinasi. Potensi ekonomi kreatif seperti produk batik dan kesenian tradisional diklaim menjadi daya tarik utama di beberapa kawasan tersebut.
Saat ini, sektor pariwisata menyumbang sekitar 34 persen terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bandung. Angka tersebut didapatkan dari akumulasi pajak hotel, restoran, kafe, serta tempat hiburan yang tersebar di wilayah kota.
"Setiap tahun dihitung berapa sumbangan PAD dari pariwisata, utamanya memang dari pajak hotel, pajak restoran, pajak kafe dan pajak hiburan, kurang lebih 34 persen," tambah Adi. Ke depannya, ia mengajak seluruh komunitas dan pelaku usaha untuk terus mempromosikan destinasi ini di berbagai ruang publik. (*)