Perahu Kayu Jadi "Bus Sekolah" Siswa MAN 1 Halmahera Selatan
By Admin

Siswa Ke Sekolah Dengan Perahu Kayu/ Dok. Kemenag
nusakini.com, Ratusan siswa dan guru Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Halmahera Selatan, Maluku Utara, harus mengandalkan perahu kayu untuk menuju lokasi sekolah. Jalur laut ini diketahui menjadi satu-satunya akses pendidikan bagi warga yang bermukim di wilayah Pulau Makian.
Layanan transportasi air secara gratis tersebut telah disediakan oleh pihak madrasah sejak tahun 2012 silam. Fasilitas ini rutin menjemput para siswa dari Desa Suma, Ploli, Soma, dan Wayloa menuju sekolah yang terletak di Desa Dauri.
Kepala MAN 1 Halmahera Selatan, Tamrin Hamisi, menyebutkan bahwa perahu ini berfungsi layaknya armada antar-jemput pelajar di kota besar. "Kalau madrasah di perkotaan memiliki bus sekolah untuk antar-jemput siswa, kami di sini memiliki perahu kayu," ujar Tamrin pada Selasa (6/10/2026).
Menurutnya, perahu tua tersebut telah lama menjadi saksi kegigihan anak-anak kepulauan dalam menempuh pendidikan formal. Transportasi gratis ini dipastikan sangat membantu meringankan beban finansial keluarga di wilayah pesisir tersebut.
Selain masalah transportasi, madrasah satu-satunya di tingkat Aliyah pada wilayah itu juga dilaporkan sempat terkendala akses komunikasi. Namun, pihak pengelola kini telah berhasil memasang layanan internet satelit untuk mendukung kelancaran proses belajar mengajar.
"Dulu di sini tidak ada jaringan internet, kami kemudian mengupayakan akses internet melalui Starlink sehingga anak-anak dan guru bisa mendapatkan akses informasi," kata Tamrin menjelaskan inovasi tersebut. Pemasangan teknologi ini dinilai menjadi solusi jitu mengatasi keterbatasan jaringan di daerah terluar Indonesia.
Pengembangan fasilitas pendidikan di madrasah ini juga turut dibantu oleh program Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) dari Kementerian Agama. Upaya berkelanjutan ini bertujuan agar pemenuhan hak pendidikan anak-anak di kawasan Pulau Makian tetap terjamin secara maksimal.
Rencana pembangunan infrastruktur jalan darat penghubung antardesa di wilayah itu kini mulai menjadi sorotan pemerintah daerah. Mantan Gubernur Maluku Utara tercatat pernah meninjau langsung kondisi para siswa yang harus menyeberangi laut ini.
Akses jalan darat tersebut ditargetkan dapat selesai dan digunakan masyarakat secara penuh pada tahun 2027 mendatang. Harapannya, ketersediaan infrastruktur baru ini akan memberikan rasa aman bagi orang tua dan murid saat bersekolah.
Dukungan pengadaan fasilitas gedung yang memadai juga terus didorong agar siswa merasa nyaman saat menjalani kegiatan tatap muka. Program strategis lintas kementerian diyakini sangat membantu percepatan perbaikan bangunan madrasah di kawasan terluar tersebut.
Masyarakat setempat sangat berharap pemerintah segera merealisasikan janji pembangunan fisik darat agar tidak ada lagi hambatan akses pendidikan. Terpenuhinya jalan raya ini nantinya diproyeksikan akan meningkatkan kualitas pendidikan dan mempermudah mobilitas masyarakat desa. (*)