Promosi Budaya Indonesia di Peru, Pukau Para Hadirin

By Abdi Satria


nusakini.com-​Lima-Sebanyak empat puluh empat tamu undangan yang terdiri dari para Duta Besar, istri Duta Besar, anggota Kongres, akademisi, pejabat Pemerintah Peru, pelaku usaha pariwisata dan kelompok Sosialita Peru yang seluruhnya adalah kaum perempuan sangat terhibur oleh penampilan tari dan musik tradisional Indonesia serta menikmati sajian kuliner khas Indonesia pada acara promosi budaya Indonesia.

Turut hadir dalam acara ini antara lain Anggota Liga Parlemen Persahabatan Peru – Indonesia (Mery Eliana Infantes Castañeda), Direktur Jenderal Hubungan Ekonomi - Kementerian Luar Negeri Peru (Duta Besar Maria Eugenia Echeverria), Presiden Eksekutif Komisi Promosi Ekspor dan Pariwisata Peru (Amora Carbajal Schumacher), Direktur Eksekutif Dana Nasional Pembiayaan Kegiatan Usaha Negara Peru (Lorena Masias), yang kesemuanya adalah kaum perempuan.

“Bukan tanpa sebab bahwa mayoritas hadirin adalah kaum perempuan, dikarenakan belum lama ini kaum perempuan memperingati Hari Perempuan Internasional tanggal 8 Maret 2022, Hari Ibu Internasional tanggal 8 Mei 2022 dan khusus di Indonesia pada tanggal 21 April 2022 juga diperingati sebagai Hari Kartini yang mencetuskan gerakan emansipasi perempuan di Indonesia,” ujar Duta Besar RI untuk Peru merangkap Bolivia, Marina Estella Anwar Bey dalam sambutan pembukaannya.​

Dalam kesempatan ini sebanyak tiga tarian tradisional Indonesia, yaitu Tari Tabal Gempita (Kepulauan Riau), Tari Serampang Duabelas (Sumatera Utara) dan Tari Bajidor Kahot (Jawa Barat), ditampilkan dengan baik oleh enam orang penari muda warga negara Peru.

Tidak ketinggalan film informasi daerah tujuan wisata unggulan di Indonesia dan film Angklung juga ditayangkan dalam kesempatan ini, sebelum dilanjutkan dengan penampilan alat musik tradisional angklung oleh Ibu - Ibu Indonesia dan Peru yang memainkan lagu Si Patokaan (lagu daerah Sulawesi Utara) dan El Condor Pasa (Peru).

Hadirin sangat terpukau saat menyaksikan lagu Cholo Soy y No Me Compadezcas yang dinyanyikan dengan iringan alunan rumpun bambu dalam film Angklung Saung Udjo dan El Condor Pasa yang ditampilkan secara langsung dikarenakan kedua lagu tersebut adalah lagu rakyat karya komponis asal Peru.

Sate Ayam, Mie Goreng Jawa, Mie Bakso Ayam, Ikan Acar Kuning dan Capcai menjadi sajian utama jamuan santap siang ditambah dengan kudapan ringan khas Indonesia seperti Kelepon, Sosis Solo, Kue Lapis Surabaya, Pastel, Kue Nastar Nanas dan Kopi Indonesia tampak dinikmati oleh tamu undangan yang hadir.

Pandemi Covid-19 yang melanda dunia selama dua tahun terakhir ini sangat mempengaruhi sektor pariwisata dunia termasuk Indonesia. Kegiatan promosi budaya berupa penampilan budaya dan jamuan santap siang ini merupakan salah satu upaya KBRI Lima untuk lebih memperkenalkan destinasi wisata Indonesia kepada mitra kerja dan masyarakat di negara akreditasi. (rls)