Revamping Pabrik-2 Pupuk Kaltim, Mentan Amran: Efisiensi 16 Persen, Dorong Lompatan Produksi dan Ketahanan Pangan
By Admin

nusakini.com, Bontang – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menghadiri peresmian Revamping atau peremajaan Ammonia Pabrik -2 PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim), anak usaha PT Pupuk Indonesia Holding Company (PIHC), di Bontang, Kalimantan Timur, Kamis (29/1/2026). Mentan Amran menyampaikan bahwa peresmian ini menjadi tonggak penting dalam penguatan industri pupuk nasional yang lebih efisien, modern, dan berkelanjutan guna menopang swasembada pangan.
Mentan Amran menegaskan bahwa revitalisasi industri pupuk merupakan fondasi utama dalam membangun pertanian modern dan berkelanjutan. Menurutnya, efisiensi 16 persen yang dihasilkan dari revamping ini setara dengan penghematan biaya sekitar Rp200 miliar per tahun serta penurunan emisi hingga 110.000 ton CO₂ ekuivalen per tahun.
Ia juga menyampaikan bahwa peremajaan pabrik merupakan langkah strategis yang berdampak langsung terhadap peningkatan produksi pertanian nasional, efisiensi biaya, dan penguatan swasembada pangan.
“Ini kalau tidak salah menghemat 16 persen. Kami mewakili 160 juta petani Indonesia berterima kasih kepada Pupuk Indonesia sehingga produksi kita melompat dan ada delta tercipta. Tambahan keuntungan Rp132 triliun tahun 2025. Itu tambahannya,” kata Mentan Amran.
Mentan Amran menerangkan bahwa ketepatan waktu dan kecukupan pupuk menjadi faktor penentu utama keberhasilan produksi pertanian. Keterlambatan distribusi pupuk, meski hanya satu minggu, dapat menghilangkan potensi produksi hingga satu ton per hektare dan berdampak besar pada pendapatan petani nasional.
“Kalau terlambat satu minggu pupuk, itu bisa hilang satu ton produksi. Tahun 2023–2024, akibat pupuk terlambat dan volumenya tidak cukup, kita terpaksa impor 7 juta ton nilainya kurang lebih Rp100 triliun. Tetapi karena kinerja Pupuk Indonesia dan Pupuk Kaltim luar biasa, produksi kita naik dan nilainya mencapai Rp132 triliun,” ujarnya.
Mentan Amran menambahkan bahwa berkat kerja keras berbagai pihak dan penguatan pupuk nasional, swasembada pangan Indonesia dapat terwujud lebih cepat dari target empat tahun. Ia menegaskan komitmen pemerintah untuk terus mendorong hilirisasi pertanian, menghentikan ketergantungan impor, dan memperluas ekspor produk bernilai tambah.
“Mimpi kita adalah seluruh komoditas pertanian kita hilirisasi. Hentikan impor, dorong ekspor barang jadi. Kita ingin memengaruhi dunia, menjadi lumbung pangan dunia, dan memastikan petani Indonesia sejahtera,” pungkasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi atau akrab Titiek Soeharto, menegaskan bahwa industri pupuk merupakan instrumen strategis negara dalam menjaga kedaulatan pangan.
“Sejak awal, bangsa ini menegaskan satu prinsip mendasar: Indonesia tidak boleh menggantungkan pangan dari bangsa lain. Karena itulah industri pupuk dibangun sebagai instrumen strategis negara untuk memastikan sawah tetap ditanami, petani terus berproduksi, dan kedaulatan pangan bangsa tetap terjaga,” katanya.
Menurut Titiek, Revamping Ammonia Pabrik-2 Pupuk Kaltim bukan sekadar pembaruan teknologi, melainkan keputusan strategis untuk memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus mentransformasi industri pupuk agar lebih efisien, berdaya saing, dan ramah lingkungan.
“Melalui teknologi modern, efisiensi energi dan gas alam dapat ditingkatkan serta emisi ditekan hingga sekitar 110 ribu ton CO₂ ekuivalen per tahun. Ini membuktikan bahwa pembangunan industri dapat berjalan seiring dengan tanggung jawab terhadap lingkungan,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Utama Pupuk Indonesia Holding Company (PIHC) Rahmad Pribadi menjelaskan bahwa peremajaan pabrik ini merupakan bagian dari rencana besar.(*)