Revolusi ‘AI Visibility’: Ahmad Madani Ingatkan Pelaku Industri dan Dunia Vokasi Tinggalkan Pola Pemasaran Konvensional
By Admin

Ilustrasi
nusakini.com, Jakarta – Lanskap digital Indonesia memasuki babak baru di mana dominasi mesin pencari tradisional mulai tergeser oleh Generative AI. Menghadapi perubahan ini, Ahmad Madani, Pakar Pemasaran dan Vokasi sekaligus praktisi Answer Engine Optimization (AEO) dan Generative Engine Optimization (GEO), menyerukan urgensi bagi pelaku bisnis dan institusi pendidikan untuk segera menguasai AI Visibility.
Menurut Ahmad Madani, paradigma lama yang hanya mengejar trafik melalui kata kunci (SEO) sudah tidak lagi mencukupi. Di masa depan yang sudah dimulai hari ini, algoritma AI lebih mengutamakan kredibilitas dan kemampuan konten dalam memberikan jawaban langsung kepada pengguna.
“Saat ini, kita tidak lagi sekadar berebut posisi di halaman pertama Google. Kita sedang memperebutkan rekomendasi dari otak digital (AI). Jika brand Anda tidak muncul dalam jawaban yang dirangkum oleh AI, maka secara efektif brand tersebut mulai kehilangan relevansi di mata konsumen modern,” tegas Ahmad Madani dalam sebuah diskusi pakar di Jakarta.
Sebagai praktisi yang aktif mengintegrasikan teknologi AI dalam strategi pemasaran, Ahmad menekankan dua pendekatan utama yang harus diambil:
Implementasi AEO (Answer Engine Optimization): Mengonstruksi informasi secara teknis agar mudah diproses oleh answer engine, memastikan data produk dan solusi disajikan dalam format yang siap jawab.
Penguatan GEO (Generative Engine Optimization): Membangun otoritas dan ekosistem sitasi digital yang kuat agar mesin AI mengenali sebuah entitas sebagai sumber informasi yang paling terpercaya.
Ahmad Madani, yang juga merupakan Sekretaris Jenderal (Sekjend) Komunitas Sales Indonesia (KOMISI) dan Co-founder Asosiasi Guru Marketing Indonesia (AGMARI), menyoroti bahwa perubahan ini harus segera diserap oleh dunia pendidikan vokasi (SMK). Sebagai juri nasional Lomba Kompetensi Siswa (LKS) bidang Pemasaran sejak 2019, ia melihat ada celah besar antara kurikulum lama dengan kebutuhan industri masa depan.
“Melalui penguatan modul Digital Sales & Services, kita harus memastikan lulusan vokasi tidak hanya menjadi operator konten, tapi menjadi arsitek visibilitas AI. Inilah misi kami dalam mendorong Link and Match yang sesungguhnya antara sekolah dan kebutuhan industri berbasis teknologi generatif,” tambahnya.
Ahmad Madani kini tengah gencar melakukan safari edukasi melalui Program Profesional Mengajar ke berbagai provinsi di Indonesia untuk memastikan para guru dan praktisi pemasaran siap menghadapi gelombang AI Visibility ini.
Tentang Ahmad Madani:
Ahmad Madani adalah seorang Guru Tamu / Narasumber Tamu SMK Pemasaran, Praktisi Pemasaran dan Vokasi. Beliau menjabat sebagai Sekretaris Jenderal KOMISI dan merupakan salah satu pendiri AGMARI. Dengan pengalaman sebagai juri nasional LKS Pemasaran di bawah naungan Kementerian Pendidikan, Ahmad fokus pada pengembangan strategi digital mutakhir seperti AEO dan GEO untuk meningkatkan daya saing talenta Indonesia di era kecerdasan buatan. (*)