Target 95 Persen Tercapai, LRT Jakarta Rute Pegangsaan Dua-Manggarai Bersiap Diresmikan Agustus Depan

By Admin

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung
nusakini.com, Jakarta — Proyek pembangunan Light Rail Transit (LRT) Jakarta untuk rute Pegangsaan Dua menuju Manggarai kini telah memasuki babak akhir. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mencatat bahwa perkembangan pembangunan infrastruktur transportasi massal tersebut kini telah menyentuh angka 95 persen.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyampaikan bahwa pemerintah daerah menargetkan moda transportasi publik ini siap diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto pada bulan Agustus mendatang. Pernyataan tersebut disampaikan Pramono usai melakukan peninjauan langsung sekaligus mengikuti agenda uji coba kesiapan operasional kereta di Stasiun Rawamangun, Jakarta Timur, pada Selasa (14/7).

Menurut Pramono, kehadiran rute baru ini diharapkan mampu membawa perubahan signifikan bagi konstelasi transportasi publik di kawasan ibu kota. Proyek yang pengerjaannya dipercayakan kepada PT Waskita Karya dan PT Nindya Karya ini ditargetkan menjadi salah satu solusi mengurai titik-titik kemacetan akut yang selama ini kerap memadati jalur-jalur konvensional di rute terkait.

Lintasan LRT Jakarta yang menghubungkan kawasan Kelapa Gading hingga Manggarai ini memiliki bentangan sepanjang 12,2 kilometer dengan total 11 titik stasiun pemberhentian. Berdasarkan data teknis, alokasi anggaran yang dikucurkan untuk merampungkan fase ini diperkirakan mencapai sekitar Rp11,5 triliun.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga telah merancang proyek lanjutan berupa perpanjangan jalur dari Manggarai menuju Dukuh Atas sepanjang 2,1 kilometer dengan estimasi biaya Rp2,7 triliun, yang ditargetkan selesai pada 2028. Melalui integrasi ini, Pramono memproyeksikan efisiensi waktu tempuh masyarakat akan meningkat drastis, salah satunya memangkas durasi perjalanan lintas wilayah Jakarta secara signifikan.

Selain memperluas konektivitas yang nantinya juga akan disokong oleh MRT lintas utara-selatan sepanjang 22 kilometer, kapasitas angkut LRT rute Pegangsaan Dua-Manggarai ini diperkirakan mampu melayani hingga 80 ribu penumpang. Untuk mendukung keberlanjutan finansial stasiun, pembiayaan kreatif seperti hak penamaan stasiun (naming rights) akan diterapkan di 11 titik stasiun.

Terkait kebijakan harga, tarif resmi untuk rute baru ini dilaporkan masih dalam tahap kalkulasi mendalam. Meski demikian, pihak Pemprov DKI memberikan kepastian bahwa nominal tarif yang akan ditetapkan nantinya dipastikan tetap berada dalam koridor kelayakan dan terjangkau bagi kantong masyarakat luas. (*)