Transformasi Wajah Baru Blok M, MRT Jakarta Siapkan Lima Aspek Revitalisasi
By Admin

Halte MRT
nusakini.com, PT MRT Jakarta (Perseroda) bersiap merombak kawasan Blok M-Sisingamangaraja melalui rancangan Blok M Fase Ultimate. Peluncuran konsep desain ini diresmikan langsung oleh Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, di Blok M Hub pada Rabu (7/10).
Proyek ini membawa lima fokus perubahan utama untuk menyulap kawasan tersebut menjadi pusat kota yang ramah dan dinamis. Langkah awal akan difokuskan pada pembaruan terminal yang terintegrasi dengan berbagai moda transportasi umum lainnya.
Selain terminal, pengembangan ini mencakup kawasan fungsi campuran atau mixed-use yang mudah diakses publik. Pejalan kaki juga akan dimanjakan dengan penguatan interkoneksi antarmoda yang jauh lebih aman dan ramah.
Aspek lainnya meliputi penambahan area komersial baru seperti pusat ritel, gaya hidup, dan gerai kuliner. MRT Jakarta juga berkomitmen menyediakan ruang terbuka publik yang asri bagi warga untuk berinteraksi.
Direktur Utama PT MRT Jakarta, Tuhiyat, menyebutkan bahwa perombakan ini merespons tingginya jumlah kunjungan harian yang mencapai 25 ribu orang. Hal tersebut menuntut adanya penyediaan ruang interaksi yang jauh lebih memadai dan nyaman bagi masyarakat.
"Tujuan transformasi ini ialah untuk mewujudkan kawasan Blok M dan Sisingamangaraja sebagai pusat perkotaan yang aktif, inklusif, dinamis, dan layak huni di Jakarta," papar Tuhiyat pada Rabu (7/10). Ia menambahkan bahwa pengerjaan proyek berskala besar ini akan berjalan secara bertahap.
Revitalisasi terminal dan area ritel ditargetkan rampung sepenuhnya pada tahun 2029 mendatang. Pembangunan gedung mixed-use kemudian akan menyusul pada tahun berikutnya dengan mengandalkan skema pendanaan dari luar kas daerah.
"Investasi revitalisasi tersebut tidak bersumber dari APBD. MRT Jakarta selaku pengelola kawasan mengedepankan skema creative financing dan bekerja sama dengan berbagai mitra strategis," tegas Tuhiyat.
Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menekankan pentingnya menjaga identitas Blok M sebagai destinasi wisata kota. Ia berharap area ini tetap menjadi wadah kolaborasi anak muda serta pusat pertumbuhan ekonomi maupun budaya. (*)