Wawancara Eksklusif CJS, Irmawati Zainuddin: Potensi Wisata Jeneponto Sangat Besar

By Admin


"Kiprahnya dalam dunia politik sudah tak diragukan lagi. Legislator DPRD Kabupaten Jeneponto dari Partai Golkar ini sudah membuktikannya dengan mampu terpilih selama dua periode. Bahkan di pileg 2024 lalu, dia mampu meraup suara 2 kali lipat dari periode sebelumnya (dari 1.500 an menjadi 3.000 an suara). Ini menjadikan Partai Golkar mampu menempatkan dua kursi di Dapil-nya. 

Dedikasi dan integritasnya dalam memperjuangkan aspirasi rakyat di Kabupaten Jeneponto menjadikan Irmawati memiliki basis suara loyalis yang sangat besar. 

Saat ini namanya digadang-gadang sebagai calon potensial dalam pemilihan Bupati dan Wakil Bupati di Jeneponto. Dia pun menegaskan kalau partai menugaskannya dan rakyat berkehendak mengamahkannya, keluarga besar merestui dan tim yang setuju, dia siap untuk bertarung di Pilbup Jeneponto 2024". 

Berikut petikan wawancara Irmawati Zainuddin (Irma) yang dipandu Host Dr Supa Athana di Podcast Catatan Jurnalis Sukriansyah (CJS):

Host: Selamat sore bu Irma..terima kasih sudah berkesempatan datang di CJS. Dengar-dengar bu Irma ingin maju dalam bursa pemilihan bupati Jeneponto ya? 

Irma: Terus terang sampai saat ini saya belum bisa mengatakan iya atau tidak, tapi dalam pengabdian memang kita semua ingin naik kelas. 

Host: Saat ini apa jabatan Ibu di DPRD? 

Irma: Saya sekarang Pimpinan DPRD Jeneponto dari Fraksi Golkar. 

Host: Apa yang memotivasi bu Irma untuk maju di Pilbup Jeneponto?

Irma: Saya rasa banyak ya..Apalagi kita menyebut nama perempuan di dunia politik, itu sangat seksi. Dan saya kira Jeneponto ini butuh keterwalikan gender perempuan. Belum ada di Jeneponto ini pemimpinnya dinahkodai seorang perempuan. Namun biasa saya lihat, dari kaca mata saya, perempuan hanya dijadikan pajangan, etalase. Padahal dia lupa, perempuan itu mawarnya kehidupan. Bisa menyeimbangkan segala keadaan. Bisa membuat yang hangat menjadi hot. Saya rasa saat ini di dunia politik, perempuan menjadi sangat signifikan.

Host: Jadi apa yang membuat bu Irma optimis bahwa dalam dunia politik, perempuan sangat seksi? 

Irma: Saya kira sudah banyak contoh ya..Misalkan saya ini bisa menjadi pimpinan DPRD di Jeneponto. Dan masih banyak perempuan-perempuan di Sulsel ini yang mampu menjadi pemimpin. Makanya saya bilang saat ini perempuan menjadi sangat seksi di dunia politik. 

Host: Jadi bu Irma ini adalah perempuan pertama yang mampu menjadi pimpinan di DPRD Jeneponto. Dan kalau terpilih nanti juga menjadi perempuan pertama yang memimpin Jeneponto? 

Irma: Benar..Ini adalah sebuah sejarah baru di Jeneponto. Namun lebih dari itu, Jeneponto ini butuh kecerdasan, butuh sosok yang punya kapabilitas. Semua itu bukan hanya sekedar omongan tapi aksi. Bagaimana kita membuat terobosan-terobosan sehingga misal saya pada periode kedua saya di DPRD saya mampu meraup suara 2 kali lipat dari periode pertama. Di situ saya menyakini kalau saya diterima di masyarakat. Ada suatu terobosan yang saya lakukan dan itu menyentuh langsung ke masyarakat. Jadi memang masyarakat itu butuh pembuktian dari seorang pemimpin. Apa yang dilakukan. Intinya menjadi sorang pemimpin butuh kecerdesan dan gagasan. 

Host: Apa yang menjadi terobosan bu Irma sehingga mampu meraih suara 2 kali lipat?

Irma: Hal pertama adalah kita harus tahu apa yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat saya. Contoh, alat pertanian, bibit dan memperbaiki infrastruktur jalan. Infrastruktur jalan ini adalah paling mendasar dari transportasi masyarakat untuk menjual hasil pertaniannya. 

Host: Bagaimana awal mula bu Irma terjun ke dunia politik? 

Irma: Ya..awalnya saya ini bukan dari kalangan politisi. Saya waktu itu diajak untuk memenuhi kouta perempuan di Parta Golkar. Jadi belum pernah ada pemikiran untuk terjun di dunia legislasi. Namun banyak masyarakat mendorong saya supaya di DPRD ada keterwakilan perempuan. Ya semakin lama saya semakin tertantang. Kemudian saya salat minta petunjuk dan akhirnya hakkulyakin saya maju. Bismillah dan akhirnya saya terpilih. 

Host: Jadi menjadi politisi ini bukan cita-cita bu Irma sejak kecil?

Irma: Bukan..saya ini backgroundnya preman...saya berbisnis. 

Host: Bagaimana sebenarnya masyarakat Jeneponto melihat perempuan tampil ke publik?

Irma: Saya kira masyarakat Jeneponto itu sangat realistis menyikapi dan saya sendiri asli orang Jeneponto. Saya melihat bahwa perempuan itu cenderung lebih mampu melakukan dalam segala hal di banding kaum laki-laki. Kenapa saya katakan itu karena saya membuktikan. Saya meraih suara tertinggi Gorkar di Jeneponto dan saya nota bene perempuan. Jadi jangan macam-macam dengan perempuan sekarang di dunia politik. 

Host: Kalau terpilih nanti, apa yang menjadi obsesi bu Irma? 

Irma: Saya lebih suka melanjutkan yang baik dari pemerintah sebelumnya. Satu hal yang saya harus katakan bahwa kabupaten Jeneponto ino adalah kabupaten yang seksi. Sebelah kanan adalah pesisir pantai sampai perbatasan, sebelah kiri adalah pegunungan. Nah hal yang kita harus lakukan saat ini adalah bagaimana menjadikan Jeneponto sebagai kabupaten wisata. Di sana ada kincir anginnya yang tidak semua kabupaten punya. Ada produksi garam dan yang terpenting kita penghasil kuda terbanyak di Sulsel. Semua inilah perlu kita kembangkan, sosialisasikan di luar. Jeneponto ini seksi. 

Host: Selain pariwisata apa lagi yang bisa dikembangkan?

Irma: Kita ini punya PLTU, kita juga penghasil kopi, penghasil jahe. Banyak sekali yang bisa kita kembangkan. Makanya saya heran kalau Jeneponto itu daerah miskin. Jeneponto itu ibarat durian, orang melihatnya kasar, begitu masuk wow....Jadi tidak ada ruginya kalau orang mau berinvesitasi di Jeneponto. Di sisi laut dapat, di sisi pegunungan dapat. Dan saya ini tinggal di sisi pegunungan. 

Host: Jadi apakah Jeneponto perlu dipromosikan agar lebih dikenal?

Irma: Sudah dikenal tapi harus lebih ditingkatkan lagi cara memperkenalkan itu. Tentu dengan cara bagaimana kita mem-branding diri kita. Misalnya bagaimana kita membranding garam ciri khas Jeneponto. Salah satu contoh terobosan yang telah dilakukan ibu bupati adalah mendesain kain kafan. Kain kafan itu dijahit menjadi busana dan diberi warna. Itu menjadi terobosan yang sifatnya elegan dan membuat Jeneponto juara 1 tingkat nasional. (*)

Berikut video lengkap wawancara Irmawati Zainuddin yang sudah tayang di podcast CJS: