Alarm Sunyi di Lingkungan Kampus: Ketika Isu Kesehatan Mental Kembali Jadi Sorotan

By Admin


Ilustrasi

nusakini.com, Suasana kampus yang biasanya dipenuhi aktivitas mahasiswa mendadak berubah hening. Kabar tentang seorang mahasiswi yang ditemukan meninggal di kawasan Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin menyebar cepat di kalangan civitas academica dan meninggalkan duka mendalam.

Di tengah proses yang masih berjalan, perhatian publik tidak hanya tertuju pada peristiwa itu sendiri, tetapi juga pada pesan yang dianggap menjadi alarm bagi lingkungan pendidikan. Kampus, keluarga, dan rekan-rekan korban kini dihadapkan pada pertanyaan yang lebih besar: sejauh mana kesehatan mental mahasiswa benar-benar diperhatikan?

Menurut pihak kampus, sebelum ditemukan, korban sempat mengirim pesan suara kepada teman-temannya. Pesan itu kemudian diteruskan kepada orang tua korban yang segera datang ke kampus untuk mencari anak mereka.

Malam itu, sejumlah mahasiswa dan petugas keamanan bergerak mencari keberadaan korban di area gedung perkuliahan. Tidak lama kemudian, kabar duka datang dari rumah sakit tempat korban dibawa.

Peristiwa tersebut memunculkan kembali diskusi mengenai tekanan psikologis yang kerap dialami mahasiswa. Tuntutan akademik, adaptasi sosial, hingga tekanan personal menjadi persoalan yang belakangan semakin sering dibicarakan di lingkungan kampus.

Pihak Universitas Hasanuddin sendiri meminta agar pemberitaan tidak menonjolkan aspek sensasional. Kampus juga menyatakan akan menyiapkan langkah mitigasi untuk merespons isu kesehatan mental mahasiswa.

Bagi banyak mahasiswa, peristiwa ini bukan sekadar kabar duka, melainkan pengingat bahwa dukungan emosional dan ruang aman untuk bercerita menjadi kebutuhan yang semakin penting di dunia pendidikan tinggi. (*)