Di Balik Polemik MBG, Harapan pada Stabilitas dan Kesempatan Kerja

By Admin

Menkeu Purbaya/ Ist
nusakini.com, Di tengah perdebatan mengenai efektivitas program Makan Bergizi Gratis (MBG), pemerintah melihatnya bukan sekadar bantuan pangan. Program ini ditempatkan sebagai bagian dari upaya menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan keadilan sosial.

Belakangan ini, suara pro dan kontra terhadap MBG terus mengemuka. Sebagian kalangan mempertanyakan urgensi dan dampaknya terhadap fiskal negara. Namun di sisi lain, pemerintah menilai program tersebut berperan dalam memperkuat fondasi sosial, terutama ketika kondisi ekonomi berfluktuasi.

Dalam sebuah forum ekonomi pekan ini di Jakarta, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa pembangunan ekonomi tidak hanya berbicara soal angka pertumbuhan. Ia menyebut stabilitas sosial dan pemerataan menjadi faktor penting agar pertumbuhan tidak rapuh.

Ia menyinggung situasi ketika gejolak sosial muncul saat tekanan ekonomi meningkat. Dari sudut pandang pemerintah, kondisi itu menjadi pengingat bahwa kebijakan ekonomi dan stabilitas sosial berjalan beriringan.

Di tengah proses yang masih berjalan, pemerintah mengklaim telah mengaktifkan kembali mesin pertumbuhan melalui kombinasi kebijakan fiskal, moneter, dan sektor riil. Percepatan belanja negara disebut menjadi salah satu instrumen untuk menjaga daya beli dan aktivitas ekonomi.

Bagi pemerintah, MBG tidak berdiri sendiri. Program ini diposisikan sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk menjaga keseimbangan antara kesempatan kerja, distribusi manfaat pembangunan, dan stabilitas sosial. (*)