IHSG Senin Dibuka Anjlok 4,31 Persen ke Level 4.961

By Admin


Ilustrasi

nusakini.com, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami kemerosotan drastis pada awal perdagangan Senin (19/10/2026). Angka acuan pasar modal Indonesia tersebut terpangkas sedalam 4,31 persen atau turun 223,23 poin ke posisi 4.961.

Laju pelemahan ini sudah terlihat sejak bel pembukaan berbunyi di lantai bursa. "IHSG tercatat bergerak secara fluktuatif di rentang 4.940 hingga 4.974," catat rilis resmi bursa pada hari ini.

Penurunan indeks turut dipicu oleh tingginya aksi jual pada mayoritas emiten. Tercatat sebanyak 542 saham terkapar di zona merah, berbanding terbalik dengan 80 saham yang menguat dan 133 lainnya stagnan.

Aktivitas perdagangan pada hari ini menunjukkan intensitas yang cukup padat. Total nilai transaksi di seluruh pasar berhasil menembus angka Rp2,79 triliun dengan volume mencapai 22,46 miliar lembar saham.

"Frekuensi perpindahan tangan antar-investor menyentuh angka 134,02 ribu kali transaksi," jelas dokumen pemantauan pasar terkini. Anjloknya indeks ini membawa total kapitalisasi pasar menyusut ke level Rp8.835,75 triliun.

Jajaran saham perbankan berkapitalisasi raksasa diduga menjadi beban utama terpuruknya laju bursa. Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) tergelincir cukup parah hingga 6,85 persen menjadi Rp4.820 per lembar.

Tekanan serupa juga menimpa PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) yang mengalami koreksi harga secara signifikan. "BMRI tercatat melemah sebesar 3,83 persen dan harus puas tertahan di level Rp3.260," ungkap laporan perdagangan tersebut.

Emiten dari sektor lain seperti pertambangan dan teknologi pun tidak luput dari area zona merah. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) susut 5,10 persen ke Rp2.420, sedangkan PT GoTo Tokopedia Tbk (GOTO) turun 4 persen menjadi Rp24.

Pelemahan ekstrem turut dirasakan oleh pemegang saham PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA). Harga emiten ini anjlok sangat dalam hingga 65,83 persen dan tersisa di level Rp41 per saham.

Koreksi besar-besaran ini diduga kuat merupakan kelanjutan dari sentimen penarikan modal asing pada akhir pekan lalu. Pada Jumat (16/10/2026), investor luar negeri membukukan nilai jual bersih mencapai Rp3,35 triliun di keseluruhan pasar.

"Nilai penjualan asing secara total menyentuh Rp12,57 triliun, berbanding pembelian yang hanya Rp9,18 triliun," pungkas data harian bursa. Khusus di pasar reguler, arus modal asing yang keluar dilaporkan mencapai angka Rp3,40 triliun. (*)