Jakarta Kalahkan Yogyakarta di QS Best Student Cities 2027, DPRD Tekankan Pemerataan
By Admin

DKI Jakarta
nusakini.com, DKI Jakarta berhasil menduduki peringkat pertama sebagai kota pelajar terbaik di Indonesia berdasarkan laporan pemeringkatan QS Best Student Cities 2027. Posisi ibu kota ini berada di urutan ke-117 secara global, mengungguli Yogyakarta yang menempati posisi ke-118.
Pencapaian ini tidak lepas dari berbagai intervensi kebijakan pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Program bantuan seperti Kartu Jakarta Pintar (KJP) dan perbaikan infrastruktur sekolah dinilai menjadi faktor pendorong utama.
Menyikapi prestasi tersebut, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Rany Mauliani, memberikan apresiasi positif pada Rabu (14/10). Ia menilai capaian ini harus menjadi pendorong semangat bagi seluruh pihak untuk terus berbenah.
"Ini tentu menjadi motivasi bagi kita semua untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan di Jakarta. Namun, yang paling penting bukan hanya soal peringkat, melainkan bagaimana seluruh anak Jakarta benar-benar mendapatkan akses pendidikan yang berkualitas, merata, dan terjangkau," ungkap Rany.
Rany juga menyoroti pentingnya penyaluran dana bantuan pendidikan yang tepat sasaran bagi masyarakat rentan. Oleh karena itu, ia meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta rutin memperbarui data penerima bantuan.
Selain bantuan sosial, rencana pemprov mengalokasikan Rp876,7 miliar pada tahun 2025 untuk revitalisasi 19 gedung sekolah juga mendapat perhatian khusus. Pembangunan fasilitas pendidikan ini diharapkan tidak hanya terpusat di tengah kota, melainkan menjangkau area pinggiran.
"Kemudian, mengenai renovasi dan revitalisasi sekolah, kami ingin memastikan bahwa pembangunan tidak hanya berfokus pada sekolah-sekolah di pusat kota, tetapi juga menjangkau wilayah pinggiran Jakarta yang masih membutuhkan perhatian," tambah politisi tersebut.
Ia menegaskan bahwa fasilitas pendukung seperti laboratorium, perpustakaan, dan sanitasi yang layak harus bisa dinikmati oleh seluruh siswa. Pengawasan ketat terhadap penggunaan anggaran renovasi juga mutlak diperlukan agar proyek selesai tepat waktu.
Ke depannya, peningkatan kapasitas tenaga pendidik dan perlindungan anak dari keluarga miskin harus berjalan beriringan dengan gelar kota pelajar ini. Prestasi sejati sebuah wilayah dinilai dari terbukanya peluang yang sama bagi setiap anak untuk meraih masa depan. (*)