Kuasa Hukum Bantah Yaqut Inisiator Kuota Haji, Sebut Arahan Langsung Jokowi
By Admin

Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas
nusakini.com, Kuasa hukum mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menyatakan bahwa tambahan kuota haji 2024 bukan merupakan inisiatif kliennya. Pernyataan ini disampaikan oleh pengacara Dodi Abdulkadir dalam konferensi pers di Jakarta Selatan pada Senin, 10 Agustus 2026.
Dodi menjelaskan bahwa tambahan kuota tersebut diduga kuat berasal dari kesepakatan antara mantan Presiden Joko Widodo dan perwakilan Pemerintah Arab Saudi. "Bukan karena adanya inisiatif dari Pak Yaqut sebagai Menteri Agama saat itu," tuturnya merespons berbagai tuduhan penyimpangan administrasi.
Pengacara Yaqut lainnya, Melisa Anggraini, turut membenarkan bahwa Indonesia mendapat rekor kuota tambahan berkat instruksi langsung dari kepala negara. "Ya, satu-satunya Menteri yang mampu mengupayakan itu, karena itu adalah perintah langsung dari Presiden," jelasnya di hadapan para pewarta.
Melisa menambahkan bahwa pengumuman mendadak pada perayaan Hari Santri tersebut membuat kliennya kesulitan menyusun tata laksana sejak awal. “Diberikan tapi belum belum muncul di dalam sistem e-Hajj,” paparnya menjelaskan kendala teknis yang dihadapi kementerian terkait.
Mantan Menag Yaqut dijadwalkan menjalani persidangan perdana kasus dugaan tindak pidana korupsi penambahan kuota haji pada Selasa, 11 Agustus 2026. Dalam perkara peradilan ini, penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi menduga adanya kerugian keuangan negara sebesar Rp622 miliar berdasarkan hitungan BPK RI.
Sebelumnya, mantan Presiden Joko Widodo telah merespons dugaan keterlibatannya saat ditemui oleh media di Kota Solo pada Jumat, 30 Januari 2026. “Tetapi tidak ada yang namanya perintah, tidak ada yang namanya arahan untuk korupsi, enggak ada,” tegas mantan presiden tersebut.
Mantan Menpora Dito Ariotedjo juga sempat dimintai keterangan sebagai saksi di Gedung Merah Putih KPK pada Jumat, 23 Januari 2026. Ia mengaku dicecar oleh aparat penyidik mengenai lawatan kerja bersama pemimpin negara ke Arab Saudi pada tahun 2022 silam.
Menurut Dito, pertemuan bilateral dengan Pangeran Mohammed bin Salman kala itu membahas aneka isu mulai dari investasi hingga haji. “Itu sebenarnya tidak kuota spesifik tapi pelayanan haji,” ungkapnya membeberkan rincian diskusi kenegaraan di sela-sela jamuan makan siang.
Dito turut membenarkan adanya pertanyaan penyidik terkait operasional biro perjalanan haji Maktour Travel yang dikelola oleh pihak mertuanya. “Saya tidak di lokasi, yang ada waktu itu masih istri saya,” pungkasnya menanggapi operasi penggeledahan yang menyasar kediaman keluarga tersebut. (*)