Norwegia Apresiasi Indonesia Tekan Deforestasi, Kucurkan Dukungan 216 Juta USD

By Admin


Dok. Kemenhut
nusakini.com, Jakarta — Pemerintah Kerajaan Norwegia memberikan apresiasi terhadap keberhasilan Indonesia dalam menurunkan emisi karbon dan menekan laju deforestasi melalui program Indonesia’s FOLU Net Sink 2030.

Apresiasi tersebut disampaikan Duta Besar Norwegia untuk Indonesia, H.E. Rut Krüger Giverin, dalam acara “Gema Langkah Alam” yang diselenggarakan Kementerian Kehutanan bersama Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) di Jakarta, Selasa.

Rut Krüger Giverin mengatakan, capaian Indonesia dalam pengurangan emisi dinilai menjadi contoh positif bagi negara lain dalam upaya pengendalian perubahan iklim global.

“Norwegia sangat bangga bermitra erat dengan Indonesia. Prestasi Indonesia menekan angka deforestasi telah diakui dan menjadi contoh nyata bagi dunia,” ujarnya, 20 Mei 2026.

Sebagai bentuk dukungan atas keberhasilan tersebut, Pemerintah Norwegia telah memberikan kontribusi pembayaran berbasis hasil (result based payment) sebesar 216 juta dolar Amerika Serikat. Dana itu diberikan atas total reduksi emisi Indonesia sebesar 43,2 juta ton CO2E selama periode 2016–2020.

Kerja sama Indonesia dan Norwegia selama ini diwujudkan melalui berbagai program pengelolaan lingkungan, termasuk rehabilitasi gambut, perlindungan hutan, penguatan kapasitas masyarakat, hingga pengembangan ekonomi hijau di berbagai daerah.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Kehutanan, drh. Indra Exploitasia, mengatakan dukungan Norwegia menunjukkan kepercayaan internasional terhadap komitmen Indonesia menjaga hutan tropis dan menurunkan emisi karbon.

Menurutnya, implementasi program FOLU Net Sink 2030 telah berjalan di 36 provinsi dalam tiga tahun terakhir melalui rehabilitasi hutan dan mangrove, pemulihan ekosistem gambut, serta perlindungan kawasan hutan.

“Program Small Grant juga berhasil mendorong berbagai gerakan masyarakat, seperti penanaman pohon dan mangrove,” kata Indra saat membacakan sambutan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni.

Dalam kesempatan tersebut, Kementerian Kehutanan dan BPDLH turut meluncurkan film pendek “Merawat Esok” yang menampilkan kisah para pelaksana program FOLU dan masyarakat yang terlibat menjaga kelestarian hutan dan lingkungan di Indonesia. (*)