Optimalisasi TPS 3R DKI Jakarta untuk Percepat Transformasi Pengelolaan Sampah
By Admin

Pengolahan Sampah/ Dok. Pemprov DKI
nusakini.com, Jakarta, Senin 3 Agustus 2026 - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta intensif mempercepat transformasi pengelolaan sampah dengan menguatkan kapasitas fasilitas pengolahan di wilayah perkotaan. Peningkatan fasilitas Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS 3R) dilaksanakan secara bertahap dengan menyesuaikan karakteristik sampah dan kebutuhan pelayanan di setiap daerah.
TPS 3R, termasuk di kawasan Menteng Atas, kini tidak hanya melayani pemindahan, tetapi juga peningkatan kapasitas pengolahan melalui kerja sama antara pemerintah dan sektor swasta. Salah satu hasil pengolahan yang dihasilkan berupa Refuse Derived Fuel (RDF), yang menurut Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta dapat menjadi bahan bakar alternatif industri dan mengurangi sampah ke TPST Bantargebang.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Dudi Gardesi Asikin, menyatakan optimalisasi meliputi penambahan kapasitas mesin, penyesuaian tata kelola operasional, serta penguatan sumber daya manusia dan kolaborasi dengan dunia usaha. “Setiap TPS 3R dioptimalkan sesuai dengan kapasitas yang dimiliki agar benar-benar berfungsi sebagai unit pengolahan, bukan lagi sekadar tempat transit,” ujar Dudi.
Selain pengembangan infrastruktur, pemerintah juga mendorong partisipasi masyarakat, pengelola kawasan, perusahaan, dan sektor HOREKA untuk rutin memilah dan mengolah sampah sejak dari sumber. “Keberhasilan transformasi sistem ini sangat bergantung pada keterlibatan seluruh pihak untuk memilah sampah sejak awal,” tambahnya.
Transformasi ini menjadi bagian dari implementasi Roadmap Pengelolaan Sampah yang direncanakan berlaku penuh mulai 1 Agustus 2026. Fokus pembenahan mencakup pengurangan dan pemilahan di sumber, penguatan TPS 3R di kota, hingga pembaruan sistem pengelolaan TPST Bantargebang.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, dalam kunjungannya ke TPS 3R Menteng Atas, menekankan bahwa penguatan pengolahan dalam kota diperlukan untuk menekan volume pengiriman ke Bantargebang serta meningkatkan efisiensi dan nilai guna sampah. Dengan sistem baru ini, diharapkan tercipta lingkungan Jakarta yang lebih bersih, sehat, dan nyaman. (*)