Pesan Mentan Amran untuk Calon Petinggi Polri: Pemimpin Harus Berani Ambil Keputusan
By Admin

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman
nusakini.com, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memberikan pembekalan kepemimpinan kepada para perwira menengah di Jakarta pada Senin (28/9). Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan bahwa keberanian mengambil keputusan adalah tolok ukur utama bagi seorang figur pemimpin.
Kegiatan ini berlangsung dalam rangkaian agenda Kuliah Kerja Profesi I Sespimti Polri Dikreg ke-36. Para peserta didik yang hadir secara langsung berasal dari perwakilan institusi Polri, TNI, dan Kejaksaan.
Amran mengingatkan bahwa dampak dari sebuah keputusan pejabat sangat memengaruhi hajat hidup orang banyak secara luas. "Kebijakan yang salah jauh lebih berbahaya dari koruptor," tegasnya di hadapan para aparat penegak hukum.
Oleh karena itu, ia meminta para calon petinggi aparat ini untuk selalu berpihak kepada kepentingan rakyat. Menurut Amran, pemimpin tidak cukup hanya bekerja keras tanpa diiringi kemampuan membaca persoalan secara komprehensif.
Ia kemudian membagikan pengalaman saat merombak tata kelola pupuk bersubsidi bersama jajarannya di kementerian. Amran menyebut perbaikan jalur distribusi tersebut diklaim berhasil menciptakan penghematan anggaran negara dalam jumlah yang sangat signifikan.
Efisiensi besar ini dicapai melalui proses analisis cepat dan koordinasi intensif dengan berbagai pihak terkait. "Bayangkan, Rp500 triliun bisa kami hemat hanya karena secarik kertas," ungkapnya membeberkan hasil evaluasi tersebut.
Kebijakan mengenai pupuk ini juga disebutnya sebagai fondasi paling utama dalam mewujudkan swasembada pangan yang berkelanjutan. Stok pangan nasional saat ini diklaim berada pada titik tertinggi sejak kemerdekaan berkat langkah strategis tersebut.
Perwakilan peserta didik Sespimti Polri, Kombes Pol Boy J Situmorang, menyambut positif paparan dari menteri tersebut. Ia menilai materi yang dibagikan sangat bermanfaat bagi persiapan kepemimpinan aparat penegak hukum di masa depan.
Boy mengaku mendapat perspektif baru mengenai pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi persaingan global saat ini. "Apa yang disampaikan Pak Menteri memberikan pencerahan yang luar biasa, terutama bagaimana menjadi pemimpin yang adaptif menghadapi tantangan dan perubahan," sebut Boy. (*)