Soroti Ketiadaan Informasi Detail Delay Pesawat, Elemen Masyarakat Desak Transparansi Publik
By Admin

Angga Jaya Nugraha
nusakini.com, Jakarta, Akuntabilitas dan keterbukaan informasi dalam industri penerbangan domestik kini tengah menjadi perhatian publik. Hal ini mengemuka setelah sejumlah tokoh publik dan pegiat media sosial menyampaikan keluhan terbuka terkait buruknya sistem penyampaian informasi saat terjadi keterlambatan penerbangan (delay).
Kritik tajam salah satunya datang dari pegiat media sosial, Angga Jaya Nugraha. Melalui unggahan di akun Instagram resminya pada Minggu (12/7/2026), ia menyoroti jalannya sidang uji materi di Mahkamah Konstitusi (MK) terkait ketiadaan informasi detail mengenai keterlambatan pesawat. Menurutnya, selama ini konsumen hanya diberikan pemberitahuan sepihak tanpa kejelasan akar masalah.
Angga menyatakan bahwa delay bukan semata-mata kesalahan pihak maskapai. Ia mendorong adanya keterbukaan dari seluruh pemangku kepentingan, termasuk pengelola bandara, penyedia layanan penerbangan, hingga operator navigasi udara. Ia juga menyoroti pentingnya keandalan sistem komunikasi penerbangan, terlebih setelah adanya pergantian vendor proyek jaringan komunikasi penerbangan (Jarkompenas) senilai Rp210 miliar di lingkungan AirNav Indonesia.
"Transparansi itu bukan bonus, tapi kewajiban. Jangan sampai badan-badan negara terkesan saling lempar bola sementara penumpang yang dirugikan waktu, tenaga, bahkan uang," ujar Angga dalam unggahannya.
Persoalan serupa di lapangan dirasakan langsung oleh pakar hukum tata negara, Denny Indrayana. Lewat akun X miliknya pada Senin (13/7/2026), mantan Wakil Menteri Hukum dan HAM ini membagikan pengalaman tidak menyenangkan saat hendak terbang dari Melbourne menuju Denpasar menggunakan maskapai swasta nasional.
Denny mengungkapkan, jadwal keberangkatan yang semula diagendakan pukul 07.00 waktu setempat mendadak berubah menjadi pukul 11.30 tanpa adanya pemberitahuan awal maupun kehadiran petugas darat (ground staff) untuk memberi penjelasan. Situasi kian membingungkan setelah pengumuman interkom beberapa kali mengubah gerbang keberangkatan dan jam terbang menjadi pukul 13.30, sebelum akhirnya dikembalikan ke jadwal semula namun tanpa kepastian berangkat.
Hingga berita ini diturunkan, redaksi masih berupaya menghubungi pihak maskapai terkait, pengelola bandara, serta otoritas navigasi penerbangan untuk mendapatkan klarifikasi resmi mengenai kendala operasional dan pembenahan sistem informasi yang dikeluhkan warga tersebut. (*)