Transaksi Miliaran Rupiah Warnai Kiprah UMKM Jakarta pada Gelaran ISEF 2026

By Admin


Dok. Ist

nusakini.com, Bank Indonesia (BI) kembali menggelar ajang Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026 yang berpusat di Jakarta International Convention Center (JICC). Acara ini dijadwalkan berlangsung dari hari Rabu, 14 Oktober 2026 hingga hari Minggu, 18 Oktober 2026.

Pembukaan pameran tersebut dilakukan pada Rabu (14/10) oleh Gubernur BI Destry Damayanti bersama Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Dradjad Hari Wibowo. Tema yang diusung pada penyelenggaraan ke-13 ini berfokus pada percepatan pertumbuhan ekonomi syariah secara berkelanjutan berbasis transformasi digital.

Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi DKI Jakarta turut mengambil peran dengan memfasilitasi 22 Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Seluruh peserta pameran asal wilayah Jakarta tersebut bergerak pada sektor mode, kerajinan tangan, serta kuliner halal.

Kepala KPwBI Provinsi DKI Jakarta, Iwan Setiawan, menjelaskan bahwa keikutsertaan ini bertujuan meningkatkan nilai tambah produk lokal ke level yang lebih tinggi. Sebagian besar peserta pameran merupakan binaan khusus dari program strategis milik bank sentral.

"Dari 22 UMKM yang difasilitasi, 17 UMKM merupakan peserta program Industri Kreatif Syariah (IKRA) Indonesia yang menjadi bagian dari upaya pengembangan kapasitas dan daya saing pelaku usaha dalam ekosistem industri halal, baik pada segmen B2C maupun B2B," ujar Iwan pada Jumat (16/10). Program IKRA tersebut secara khusus dirancang untuk mendongkrak kapabilitas para pelaku usaha agar berdaya saing global.

Strategi fasilitasi ini mencakup segmen ritel langsung ke konsumen untuk pengenalan produk secara meluas. Skema ini dipadukan dengan pertemuan antarbisnis guna menjajaki kerja sama mitra distribusi di masa depan.

Hasil nyata dari ajang pameran ini mulai terlihat saat dua jenama lokal sukses menarik minat calon pembeli asal Belanda, Ben Helen Trading. Kesepakatan awal tersebut dicapai melalui sesi penjajakan atau pertemuan bisnis antarperusahaan berskala internasional.

CV Boga Rinset Indonesia melalui produk bernama Cuan-Q berhasil mencatatkan potensi transaksi senilai Rp1,3 miliar. Pada momentum yang sama, PT Sejiwa Kreasi Bersama melalui jenama Tepa Selira membukukan proyeksi nilai kesepakatan hingga Rp3,1 miliar untuk rentang waktu setahun ke depan.

"Secara keseluruhan, kedua penjajakan tersebut memiliki potensi nilai bisnis mencapai Rp4,4 miliar," kata Iwan menjelaskan besaran transaksi. Keberhasilan ini dinilai menjadi bukti konkret bahwa ajang ekonomi syariah efektif menjembatani produsen lokal dengan pasar internasional.

Pihak KPwBI DKI Jakarta berkomitmen untuk terus melanjutkan pendampingan bisnis secara konsisten bagi para pengusaha pada sektor riil ini. Langkah berkelanjutan ini diyakini akan mendatangkan kontribusi positif bagi perluasan ekosistem keuangan syariah pada masa mendatang. (*)