Aturan Pajak Global Berlaku, Pemerintah Siapkan Insentif Baru Hilirisasi Batu Bara

By Admin


Ilustrasi Batubara

nusaini.com, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah merancang skema insentif baru untuk proyek hilirisasi batu bara di Jakarta pada Jumat (2/10/2026). Langkah ini diambil sebagai respons atas berlakunya ketentuan pajak minimum global yang mengubah penerapan fasilitas pengampunan pajak konvensional.

Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung, menyatakan bahwa skema baru ini bertujuan menjaga daya saing iklim investasi domestik. "Insentif itu kan ini kita ada mekanisme insentif baru," tuturnya kepada awak media.

Menurut rumusan pemerintah, pelaku usaha direncanakan mendapat pemotongan pajak penghasilan sebesar 7 persen dari tarif normal 22 persen. Kebijakan tersebut memastikan negara asal investor tidak menarik sisa pajak, sementara Indonesia tetap mengamankan penerimaan pada angka 15 persen.

Yuliot menilai kalkulasi fiskal tersebut merupakan titik keseimbangan yang paling ideal bagi investor maupun negara. "Jadi enggak bukan ini dengan insentif ini kan akan menjadi daya tarik, tetapi pemerintah memiliki ruang fiskal untuk itu penerimaan negara," terangnya memaparkan alasan kebijakan.

Penerapan insentif ini diproyeksikan bakal secara langsung mendukung proyek gasifikasi batu bara yang sudah masuk di wilayah Kutai Timur, Kalimantan Timur. Pemerintah juga menargetkan hasil olahan berupa metanol tersebut dapat dikembangkan lebih lanjut menjadi bahan bakar turunan seperti dimethyl ether (DME) maupun bensin.

Proyek perintis yang dikelola oleh PT Bumi Etam Chemical (BEC) tersebut diketahui telah melakukan peletakan batu pertama pada awal bulan lalu. Presiden Direktur BEC, Rio Supin, menegaskan kesiapan penuh perusahaannya untuk mendukung ketahanan energi nasional.

Pihak swasta menargetkan operasional penuh dari fasilitas pengolahan raksasa tersebut dapat direalisasikan dalam beberapa tahun ke depan. "Proyek Gasifikasi Batubara Pertama di Indonesia siap memasuki implementasi target commissioning tahun 2029," jelas Rio memastikan jadwal pelaksanaan. (*)