Mentan Amran Tegaskan PSN Pangan Papua untuk Perkuat Ketahanan Pangan Nasional

By Admin


Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman
nusakini.com, Jakarta – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa Proyek Strategis Nasional (PSN) pengembangan pangan di Papua Selatan merupakan langkah pemerintah untuk menjaga ketahanan pangan nasional di tengah pertumbuhan jumlah penduduk Indonesia yang terus meningkat setiap tahun.

Pernyataan tersebut disampaikan Amran saat menjadi narasumber dalam Podcast Jurnalistik, menanggapi berbagai pandangan yang berkembang terkait program pengembangan pangan di Papua.

Menurutnya, pemerintah perlu menyiapkan sumber-sumber produksi pangan baru guna menjamin ketersediaan pangan dalam jangka panjang. Ia menyebut pertumbuhan penduduk yang mencapai sekitar 3,5 hingga 4 juta jiwa per tahun harus diimbangi dengan peningkatan kapasitas produksi pangan nasional.

“Kalau tidak ditambah, tidak ada PSN untuk padi, sagu, ubi, sementara penduduk bertambah 3,5 juta sampai 4 juta orang per tahun, pangannya dari mana?” ujar Amran.

Ia menjelaskan bahwa Papua menjadi salah satu wilayah yang diproyeksikan sebagai pusat produksi pangan masa depan. Selain pengembangan padi, pemerintah juga mendorong budidaya komoditas lokal seperti sagu dan ubi yang telah menjadi bagian dari budaya pangan masyarakat Papua.

Menurut Amran, pengembangan sektor pertanian di wilayah tersebut merupakan bagian dari strategi nasional untuk memperluas basis produksi sekaligus mengantisipasi tantangan kebutuhan pangan di masa mendatang.

Pemerintah, lanjutnya, juga menerapkan pendekatan berbasis teknologi untuk meningkatkan produktivitas pertanian. Berbagai dukungan diberikan kepada petani, mulai dari alat dan mesin pertanian, benih unggul, pembangunan jaringan irigasi, hingga pendampingan teknis budidaya.

Ia mengungkapkan bahwa penerapan teknologi modern telah menunjukkan hasil positif. Jika sebelumnya petani hanya dapat menanam sekali dalam setahun dengan produktivitas sekitar 3 ton per hektare, kini produktivitas dapat meningkat hingga sekitar 7 ton per hektare dengan frekuensi tanam mencapai tiga kali setahun.

Amran menilai peningkatan produktivitas tersebut menjadi indikator bahwa program pengembangan pangan mampu memberikan kontribusi terhadap penguatan sektor pertanian nasional.

“Yang kita bangun adalah kesejahteraan rakyat dan keberlanjutan Republik Indonesia,” katanya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk melihat program tersebut secara objektif dan memahami tujuan jangka panjang pemerintah dalam menjaga ketersediaan pangan nasional. (*)