Di Ruang Sidang Tipikor, Perdebatan Angka Kerugian Negara Mengemuka
By Admin
Ilustrasi
nusakini.com, Ruang sidang Pengadilan Tipikor Jakarta siang itu tidak hanya dipenuhi dokumen tebal dan angka bernilai triliunan rupiah. Di hadapan majelis hakim, perdebatan tentang makna “kerugian negara” menjadi sorotan.
Sebagai ahli, Rhenald Kasali tidak bicara soal benar atau salah para terdakwa. Ia membawa perspektif lain: bagaimana kebijakan bisnis energi seharusnya dipahami.
Menurut Rhenald, industri energi tidak bisa disamakan dengan bisnis ritel biasa. Margin tipis dan risiko besar adalah keniscayaan. Karena itu, kebijakan seperti penyewaan terminal BBM atau pembangunan infrastruktur energi tidak bisa langsung dinilai merugikan hanya dari satu sisi pembukuan.
Ia mencontohkan upaya pemerintah mengurangi ketergantungan impor dari negara pengecer dengan mendatangkan minyak mentah langsung dari negara produsen. Kebijakan semacam itu, menurutnya, sering kali baru terasa manfaatnya dalam jangka panjang.
Di ruang sidang itu, pernyataan Rhenald membuka diskusi penting: apakah setiap kerugian perusahaan otomatis berarti kerugian negara?