Gagal Move On? Marak Jasa Balikan dengan Mantan di Medsos, Netizen: Solusi atau Halu?
By Admin

Ilustrasi
nusakini.com, Jagat media sosial seperti TikTok, Instagram, dan X sedang dihebohkan oleh fenomena unik sekaligus menggelitik: "Jasa Balikan dengan Mantan". Layanan yang dikemas layaknya konseling profesional ini mendadak gacor dan diserbu netizen yang gagal move on.
Bukan sekadar saran halu, para penyedia jasa ini berperan layaknya konsultan asmara (relationship coach). Mereka secara matang menyusun taktik dan strategi agar sang klien bisa mengetuk kembali hati sang mantan kekasih. Uniknya lagi, tak sedikit dari mereka yang berani memajang klaim garansi "tingkat keberhasilan hingga 90%"!
Taktik Menggaet Mantan: Dari Glow Up sampai No-Contact Rule
Lantas, apa saja sih yang dilakukan oleh para "pahlawan asmara" ini? Dari penelusuran yang beredar di FYP TikTok, bentuk layanan yang ditawarkan cukup komprehensif:
Bedah Kasus: Menganalisis akar masalah penyebab putusnya hubungan secara mendalam.
Manajemen Komunikasi: Mengajari kapan harus membalas chat, kapan menerapkan teknik no-contact rule (menghilang sejenak), hingga merangkai kata-kata manis yang bikin mantan nostalgia.
Strategi Branding Diri: Memberikan panduan cara mengunggah konten di media sosial agar terlihat makin elegan, glow up, dan bikin mantan gigit jari.
Netizen Heboh: Antara Penasaran dan Bikin Meme
Munculnya tren ini jelas memantik beragam reaksi kocak dari para warganet. Banyak yang menjadikan tren ini bahan joke di kolom komentar, namun tidak sedikit pula yang diam-diam mengirimkan pesan singkat (DM) karena penasaran.
"Bisa garansi uang kembali gak kalau pas diajak balikan ternyata mantannya udah tunangan sama yang lain?" tulis salah satu netizen yang mengundang ribuan like.
Meski terkesan nyeleneh, beberapa pengguna yang pernah mencoba mengaku bahwa proses konsultasi ini justru memberi dampak positif lain. Alih-alih cuma fokus mengejar masa lalu, mereka malah diajak untuk berbenah diri, meningkatkan rasa percaya diri, dan berpikir ulang apakah sang mantan memang pantas untuk diperjuangkan kembali. (*)